BSI Kejar Pasar Ekonomi Syariah, 24,3 Juta Nasabah Jadi Modal Ekspansi

BSI
SEVP Digital Banking BSI M. Misbahul Munir.
banner 468x60
  • BSI memperkuat transformasi digital melalui pengembangan mobile banking, pembiayaan, layanan emas, hingga QRIS lintas negara untuk menggarap potensi ekonomi syariah nasional dan memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.
  • Memiliki basis 24,3 juta nasabah, BSI terus mengembangkan ekosistem keuangan syariah terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi digital, jaringan lebih dari 1.000 kantor cabang, serta 130 ribu layanan BSI Agen.
  • Besarnya populasi muslim dan dominasi kelompok usia produktif menjadi peluang strategis bagi BSI untuk memperluas pasar keuangan syariah melalui inovasi layanan digital yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Berdasarkan data State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025/2026, selain dari sisi nilainya, jumlah nasabah yang berpotensi digarap dan jadi target Islamic economy global mencapai 2 miliar orang.

Sementara itu, populasi muslim di Indonesia tercatat sebanyak 251 juta atau 87% dari total populasi Indonesia, di mana 69% di antaranya berada di usia produktif. Namun masih ada potensi halal untuk menggarap agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah halal ekosistem di negeri sendiri.

Data ini menjadi salah satu tantangan bagi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) untuk mendongkrak jumlah penetrasi keuangan syariah yang mana saat ini jumlah basis nasabah BSI mencapai 24,3 juta. Inilah yang kami jawab melalui pengembangan layanan secara digital yang menjangkau kebutuhan masyarakat seluruh kalangan.

Bacaan Lainnya

“Fenomena menarik bahwa saat ini anak-anak muda sudah mulai mengenal dan memilih layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan value. Terlebih saat ini didukung perkembangan ekonomi digital yang pesat, Kami terus bertransformasi mengembangkan  berbagai layanan secara digital untuk menjangkau kebutuhan nasabah individu maupun korporasi,” ungkap SEVP Digital Banking BSI M. Misbahul Munir.

Misbahul mengatakan untuk menyasar segmen ritel, Saat ini layanan digital BSI lengkap dan mencakup berbagai aspek layanan diantaranya pengajuan pembiayaan, kartu pembiayaan BSI Hasanah Card, pembiayaan multiguna, otomotif, hingga pembiayaan perumahan. Sementara itu, melalui izin sebagai bank bullion/bank emas, BSI dapat menyediakan layanan emas secara lebih luas, mulai dari membeli, menjual, hingga melakukan transfer emas.

Ekspansi layanan digital juga melengkapi layanan fisik BSI yang saat ini ada di lebih dari 1000 kantor cabang. Saat ini BSI juga menjangkau 130 ribu layanan BSI Agen, QRIS, EDC, BEWIZE dan juga 10 juta pengguna mobile banking.

“Kami juga merambah layanan lintas negara melalui QRIS Border seperti Jepang, Thailand, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan China hingga Arab Saudi untuk melayani masyarakat Indonesia yang sedang menjalankan ibadah haji dan umrah,” sambungnya.

Langkah tersebut memperkuat transformasi digital melalui pengembangan e-channel sebagai gerbang utama (gateway) ke ekosistem keuangan syariah yang terintegrasi dan meningkatkan akses layanan perbankan modern sekaligus memperluas penetrasi pasar, khususnya di segmen generasi muda yang semakin mengandalkan kanal digital dalam aktivitas finansial sehari-hari.(*)

Pos terkait