HKTI Dorong Petani Sulsel Naik Kelas, Karding: Pertanian Harus Jadi Profesi Menguntungkan

20261004 152747
banner 468x60
  • Musda HKTI Sulsel diharapkan menjadi momentum perubahan besar dalam pembinaan petani agar lebih sejahtera dan mandiri.
  • HKTI mendorong pertanian menjadi profesi yang menguntungkan sekaligus menarik bagi generasi muda.
  • Pengurus HKTI Sulsel nantinya dijadwalkan dilantik di Jakarta pada November 2026.
  • Pemprov Sulsel berharap HKTI memperkuat konsolidasi hingga tingkat petani dan menjadi mitra strategis pemerintah.

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mendorong penguatan sektor pertanian di Sulawesi Selatan agar tidak hanya menjadi tumpuan ketahanan pangan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) HKTI Abdul Kadir Karding menegaskan, Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Sulsel harus menjadi momentum untuk melakukan perubahan besar dalam pembinaan petani.

Hal itu disampaikan Karding dalam sambutannya pada pelantikan DPC HKTI se-Sulsel sekaligus Musda DPD HKTI Sulsel di Hotel Sheraton Makassar, Minggu (4/10/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Karding, HKTI harus hadir lebih dekat dengan petani dan mendorong organisasi hingga ke tingkat desa.

“Musda ini kita harapkan menjadi momentum melakukan perubahan besar di dalam membina petani agar naik kelas,” ujar Karding.

Ia menekankan, ukuran keberhasilan pembangunan pertanian bukan hanya peningkatan produksi, tetapi juga meningkatnya kesejahteraan petani.

Petani, kata dia, harus mampu memperoleh keuntungan yang layak dari profesinya sehingga dapat memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk menyekolahkan anak-anaknya.

“Petani naik kelas. Bertani untung, bisa sekolahkan anak-anaknya,” tegasnya.

Karding juga mendorong agar pertanian menjadi profesi yang menarik bagi generasi muda. Menurutnya, jika sektor pertanian mampu memberikan keuntungan dan masa depan yang menjanjikan, anak muda tidak akan ragu untuk terjun ke dunia pertanian.

“Pertanian harus jadi profesi yang menguntungkan. Pertanian harus menjadi daya tarik untuk anak muda,” katanya.

Dorong Petani hingga Tingkat Desa

Karding menegaskan, HKTI akan terus memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat paling bawah agar pendampingan terhadap petani semakin nyata.

Ia juga berharap kepala daerah di Sulsel ikut mendorong petani agar mampu meningkatkan kualitas produksi hingga menembus pasar ekspor.

“Kepala daerah diharapkan mendorong petani agar bisa naik kelas. Kalau bisa ekspor,” ujarnya.

Karding menyebut Sulsel memiliki potensi pertanian yang besar. Ia menilai perkembangan sektor pertanian di daerah ini semakin maju di bawah kepemimpinan para kepala daerah.

Karena itu, HKTI ingin mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan sektor pertanian dan kesejahteraan petani.

“Mewakili HKTI Pusat, saya berterima kasih kepada bupati dan anggota DPRD yang mau mengabdi dan berjuang di HKTI,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa HKTI memiliki posisi strategis karena organisasi tersebut dibina langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

“HKTI pembinanya adalah Prabowo. Mungkin salah satu organisasi yang ketua pembinanya adalah presiden,” kata Karding.

Menurutnya, Prabowo sebelumnya juga pernah memimpin HKTI selama dua periode sebelum menjadi Presiden Republik Indonesia.

Pengurus HKTI Sulsel Dilantik di Jakarta

Dalam kesempatan tersebut, Karding mengungkapkan kepengurusan HKTI Sulsel yang nantinya terbentuk melalui Musda akan dilantik di Jakarta pada November mendatang.

Pelantikan tersebut diharapkan menjadi awal konsolidasi baru HKTI Sulsel dalam menjalankan agenda organisasi, khususnya memperkuat pendampingan terhadap petani.

Sementara itu, Plh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel Andi Winarno Eka Putra mengatakan, petani di Sulsel hingga kini masih menghadapi sejumlah tantangan.

Karena itu, dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi petani.

“Petani sejauh ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Untuk itu dibutuhkan kerja sama semua pihak di Sulsel,” kata Andi Winarno.

Ia berharap HKTI Sulsel dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Sulsel dalam memperkuat pembangunan pertanian.

Menurutnya, konsolidasi HKTI tidak boleh berhenti pada tingkat kepengurusan, tetapi harus diperkuat hingga bersentuhan langsung dengan petani.

“HKTI Sulsel diharapkan bisa jadi mitra strategis Pemprov. Perkuat konsolidasi hingga tingkat petani,” ujarnya.

Andi Winarno juga menilai Musda HKTI Sulsel harus menjadi momentum untuk menghadirkan kinerja organisasi yang semakin solid dan nyata.

“Musda ini menjadi momentum menghadirkan kinerja yang solid. Semakin dekat dan semakin nyata kerjanya untuk kesejahteraan petani,” tandasnya.(*)

Pos terkait