- Yasir tegaskan HKTI harus keluar dari sekadar seremoni dan hadir membawa solusi konkret di tengah persoalan petani.
- Potensi pertanian Sulsel yang besar harus diikuti penguatan kelembagaan, akses pasar, pembiayaan, dan teknologi.
- Pengurus HKTI se-Sulsel ditantang membangun program terukur agar petani semakin mandiri dan sejahtera.
- Dari pelantikan 24 DPC, Yasir Machmud menyerukan gerakan bersama mendorong petani Sulsel naik kelas.
RUANGAKSELERASI.ID,MAKASSAR — Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Pengusaha Tani Inonesia Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Yasir Machmud, menghadiri pelantikan 24 Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) HKTI se-Sulawesi Selatan sekaligus Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Sulsel.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Sheraton Makassar, Minggu (4/10/2026), dan menjadi momentum konsolidasi organisasi HKTI di tingkat daerah.
Yasir Machmud yang menjabat Ketua Umum DPN Pengusaha Tani Indonesia HKTI masa bakti 2026–2031 berharap kepengurusan yang baru dilantik mampu memperkuat peran HKTI dalam memperjuangkan kepentingan petani serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat tani.
Menurutnya, keberadaan HKTI tidak hanya menjadi wadah berhimpunnya para petani, tetapi juga harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan sektor pertanian.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pengurus HKTI di semua tingkatan, pemerintah daerah, dunia usaha, serta para pelaku pertanian.
“HKTI harus hadir memberikan manfaat nyata bagi petani. Organisasi ini harus mampu menjembatani berbagai kepentingan petani, membuka akses terhadap teknologi, permodalan, pasar, dan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian,” demikian harapan Yasir.
Ia juga mendorong pengurus DPC HKTI se-Sulsel untuk aktif melakukan pendampingan kepada petani di wilayah masing-masing.
Dengan potensi pertanian Sulsel yang besar, Yasir berharap HKTI dapat mengambil peran dalam mendorong petani agar tidak hanya menjadi produsen bahan mentah, tetapi mampu naik kelas menjadi pelaku usaha pertanian yang mandiri dan berdaya saing.
“Petani harus kita dorong naik kelas. Bukan hanya bagaimana meningkatkan produksi, tetapi juga bagaimana hasil produksi itu memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan memberikan kesejahteraan bagi petani,” ujarnya.
Yasir menilai penguatan kelembagaan petani menjadi salah satu kunci untuk menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian, mulai dari akses pasar, pembiayaan, teknologi, hingga regenerasi petani.
Karena itu, ia berharap momentum pelantikan DPC HKTI se-Sulsel dan Musda DPD HKTI Sulsel dapat melahirkan program kerja yang konkret, terukur, dan benar-benar menyentuh kebutuhan petani.
“Pengurus yang baru harus bekerja dan turun langsung melihat persoalan petani. Jangan sampai organisasi hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi harus memberikan solusi dan manfaat di lapangan,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh jajaran HKTI di Sulsel membangun kolaborasi yang kuat agar sektor pertanian semakin maju sekaligus mampu menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.(*)

















