- Kenaikan harga makanan, transportasi hingga jasa perawatan pribadi ikut mendorong inflasi Sulsel pada September 2026.
- Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang kenaikan harga tertinggi, mencapai 8,74%.
- Inflasi bulanan Sulsel mencapai 0,70%, sementara secara kumulatif hingga September berada di level 3,22%.
RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Inflasi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada September 2026 tercatat 3,75% secara tahunan atau year on year (y-on-y), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,8.
Kepala BPS Sulsel, Aryanto, mengatakan inflasi tertinggi terjadi di Kota Makassar sebesar 4,07% dengan IHK 113,18. Sedangkan inflasi terendah tercatat di Kota Palopo sebesar 2,27% dengan IHK 110,98.
“Secara tahunan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami kenaikan indeks sebesar 5,16%,” papar Aryanto.
Kenaikan juga terjadi pada kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,5%, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 1,52%, serta perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,16%.
Sementara itu, kelompok kesehatan naik 1,41%, transportasi 3,74%, informasi, komunikasi dan jasa keuangan 2,03%, serta rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 1,95%.
Kelompok pendidikan juga mengalami kenaikan sebesar 2,78%, penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,91%, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi kelompok dengan kenaikan tertinggi, yakni 8,74%.
Aryanto menjelaskan, selain secara tahunan, perkembangan harga pada September 2026 juga tercermin dari inflasi bulanan. Inflasi month to month (m-to-m) Sulsel tercatat 0,70%.
Dengan perkembangan tersebut, tingkat inflasi Sulsel secara kumulatif atau year to date (y-to-d) hingga September 2026 mencapai 3,22%. (*)

















