- Ketua TP PKK Makassar Hj. Melinda Aksa mengingatkan ancaman diabetes, kanker, hingga gagal ginjal yang kini mulai menyerang usia muda akibat akumulasi pola hidup tidak sehat. Melalui Bimtek B2SA yang diikuti 193 Ketua TP PKK Kelurahan, ia mengajak para ibu membangun budaya makan sehat dari rumah, mengurangi konsumsi makanan olahan, serta mengoptimalkan potensi pangan lokal demi melahirkan generasi sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Hj. Melinda Aksa, mengajak seluruh Ketua TP PKK Kelurahan se-Kota Makassar menjadi pelopor perubahan pola konsumsi pangan sehat di lingkungan keluarga.
Menurutnya, pembentukan kebiasaan makan sehat harus dimulai dari rumah karena keluarga, khususnya orang tua, memiliki peran penting dalam membentuk pola konsumsi dan selera makan anak sejak dini.
Pesan tersebut disampaikan Melinda Aksa saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemberdayaan Masyarakat dalam Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal melalui konsep Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Senin (2/11/2026).
Melinda menegaskan, pola makan yang dibangun sejak kecil akan menentukan kualitas kesehatan seseorang ketika dewasa. Karena itu, orang tua harus memberikan contoh nyata dengan membiasakan keluarga mengonsumsi makanan bergizi dan mengurangi makanan cepat saji maupun pangan olahan.
“Semua kembali ke keluarga. Anak-anak itu selalu menjadikan orang tua sebagai contoh. Kalau orang tuanya tidak senang makan ikan dan lebih suka makanan cepat saji, anak-anak juga akan mengikuti kebiasaan tersebut,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, perubahan pola konsumsi masyarakat menjadi semakin penting mengingat penyakit seperti diabetes, kanker, hingga gagal ginjal kini mulai menyerang kelompok usia muda.
Melinda bahkan menceritakan pengalamannya memiliki keponakan berusia 15 tahun yang sudah menderita diabetes. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pola hidup dan konsumsi pangan harus mendapat perhatian serius sejak dini.
Menurutnya, penyakit yang dialami seseorang saat ini bisa merupakan akumulasi kebiasaan hidup selama bertahun-tahun sebelumnya.
“Jadi, apa yang kita tanamkan dan berikan kepada anak-anak hari ini, itulah yang akan kita petik ketika mereka dewasa,” tegasnya.
Kembali Manfaatkan Kekayaan Pangan Lokal
Melinda juga menekankan pentingnya memanfaatkan potensi sumber daya pangan lokal yang dimiliki Kota Makassar. Sebagai kota pesisir, Makassar memiliki kekayaan hasil perikanan berupa ikan, udang, dan berbagai hasil laut lainnya yang menjadi sumber protein hewani.
Selain itu, pengembangan urban farming yang terus didorong Pemerintah Kota Makassar dinilai membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan sayuran dan bahan pangan sehat melalui pemanfaatan pekarangan rumah serta lahan terbatas.
Ia mengajak para Ketua TP PKK Kelurahan mengampanyekan konsumsi ikan segar, sayuran, buah-buahan, serta pangan lokal seperti singkong, ubi, dan sagu sebagai alternatif sumber karbohidrat selain nasi.
“Orang Indonesia selama ini terlalu berpikir bahwa karbohidrat itu hanya nasi. Padahal, sumber karbohidrat kita luar biasa banyak, ada singkong, ubi, dan sagu. Ini juga menjadi tugas kita memperkenalkan berbagai jenis pangan lokal kepada anak-anak sejak dini,” jelasnya.
Melinda turut mencontohkan daun kelor yang memiliki kandungan gizi dan potensi besar, tetapi belum sepenuhnya dimanfaatkan masyarakat. Padahal, bahan pangan tersebut mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Ia juga mengingatkan para ibu agar tidak menganggap penyediaan makanan sehat sebagai sesuatu yang merepotkan. Menu sederhana seperti ikan bakar, sayur bening, sayur asam, kangkung, dan bayam sudah dapat menjadi pilihan makanan bergizi bagi keluarga.
193 Ketua PKK Kelurahan Ikuti Bimtek B2SA
Melalui kegiatan tersebut, Melinda berharap para peserta tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
Ia menilai peran ibu sangat strategis dalam menentukan kualitas konsumsi keluarga, mulai dari pemilihan bahan pangan, pengolahan makanan, hingga membangun kebiasaan anak dalam memilih makanan sehat.
“Jangan hanya mendengarkan materi hari ini, tetapi harus dipraktikkan di rumah. Ibu-ibu juga diharapkan menyebarkan ilmu ini kepada masyarakat dan keluarga masing-masing,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, Nirman Nisman Mungkasa, ST, M.AP, menjelaskan bahwa kegiatan Bimtek tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.
Ia mengatakan, keyakinan dan kesadaran untuk membangun keluarga sehat harus dimulai dari lingkungan keluarga itu sendiri. Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan konsumsi anak-anak.
“Keyakinan itu ada di keluarga. Kita harus yakin bahwa keluarga sehat lahir dari pola konsumsi yang baik. Ketika orang tua yakin dan membiasakan pola makan sehat, anak-anak juga akan mengikuti kebiasaan tersebut,” ungkap Nirman.
Menurutnya, pola konsumsi yang tidak sehat sejak usia muda dapat memberikan dampak terhadap kesehatan ketika seseorang memasuki usia dewasa, seperti meningkatnya risiko kolesterol dan gula darah.
Karena itu, Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar terus mendorong edukasi penganekaragaman pangan agar masyarakat semakin memahami pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.
Nirman menjelaskan, kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan potensi sumber daya pangan lokal untuk menunjang penganekaragaman konsumsi pangan dan mewujudkan ketahanan pangan keluarga.
Kedua, memenuhi kebutuhan gizi setiap individu maupun keluarga melalui penerapan pola konsumsi yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.
Ketiga, mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis sumber daya serta kearifan lokal.
Bimtek yang diikuti sebanyak 193 Ketua TP PKK Kelurahan se-Kota Makassar tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Erika Novianti, S.KM, serta Andriani Adam, S.KM., M.Kes., D.E.D., T.Cert.
Pelaksanaannya berlandaskan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi, Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal, serta Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2025 tentang Penganekaragaman Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal.
Adapun pembiayaan kegiatan tersebut bersumber dari APBD Perubahan Kota Makassar Tahun Anggaran 2026.
Melalui penguatan edukasi B2SA dan optimalisasi pangan lokal, Pemerintah Kota Makassar berharap terbangun keluarga yang lebih sehat, mandiri, dan sadar gizi sebagai fondasi dalam menyiapkan generasi emas Indonesia 2045.(*)

















