Indonesia Peringkat Pertama Dunia Modest Fashion

Indonesia Peringkat Pertama Dunia Modest Fashion
FOTO: IST //FASHION.Indonesia menempati peringkat pertama dunia di sektor fesyen modest, membuka peluang besar bagi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan ekspor, hingga penciptaan lapangan kerja.
banner 468x60
  • Indonesia menempati peringkat pertama dunia di sektor modest fashion berdasarkan laporan SGIE 2025/2026, membuka peluang besar bagi UMKM untuk memperluas pasar, meningkatkan ekspor, dan menciptakan lapangan kerja.
  • Bank Indonesia mendorong penguatan ekosistem modest fashion dari hulu hingga hilir melalui integrasi peningkatan kapasitas produksi, kualitas produk, manajemen usaha, serta perluasan akses pasar domestik dan internasional.
  • IN2MOTIONFEST 2026 menggandeng Jakarta Muslim Fashion Week untuk pertama kalinya guna memperkuat kolaborasi industri, mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli potensial, serta mendorong transaksi dan kemitraan dagang berkelanjutan.

RUANGAKSELERASI.ID, JAKARTA — Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai pemain utama industri modest fashion dunia. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, Indonesia menempati peringkat pertama dunia di sektor fesyen modest, membuka peluang besar bagi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan ekspor, hingga penciptaan lapangan kerja.

Capaian tersebut menjadi modal strategis untuk membawa kekayaan wastra Nusantara dan kreativitas desainer lokal ke pasar internasional. Keunggulan budaya, dukungan regulasi, fasilitasi pemerintah, serta partisipasi pelaku usaha dalam ajang fesyen internasional menjadi sejumlah faktor yang memperkuat posisi Indonesia.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Aida S. Budiman, menegaskan pentingnya membangun ekosistem modest fashion yang terintegrasi dari hulu hingga hilir agar potensi industri tersebut dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Aida saat membuka Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (14/10/2026).

Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar, serta sejumlah pelaku industri modest fashion Indonesia.

Mengusung tema “Indonesia’s Integrated Modest Fashion Ecosystem: Transforming Modest Fashion Brands into Global Business”, IN2MOTIONFEST memasuki penyelenggaraan kelima dengan menggandeng Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) untuk pertama kalinya.

Kolaborasi BI dan Kementerian Perdagangan ini diarahkan untuk mengintegrasikan penguatan kapasitas pelaku usaha dengan perluasan akses pasar. Dengan demikian, kreativitas desainer dan kekayaan wastra Nusantara diharapkan mampu berkembang menjadi produk fesyen bernilai tambah yang kompetitif di pasar global.

“Melalui IN2MOTIONFEST, kami ingin mempertemukan pelaku usaha dengan pasar dan calon pembeli potensial agar peluang promosi dapat ditindaklanjuti menjadi transaksi dan kemitraan dagang berkelanjutan,” ujar Aida.

Menurut Aida, peluang besar industri modest fashion tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas dan kekayaan budaya. Penguatan kapasitas produksi, kualitas produk, strategi harga, serta manajemen usaha juga menjadi faktor penting agar pelaku industri nasional mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Karena itu, integrasi pembinaan usaha dan akses pasar menjadi salah satu fokus penyelenggaraan IN2MOTIONFEST 2026.
Melalui pendekatan tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mendapatkan ruang promosi, tetapi juga mampu membangun hubungan bisnis jangka panjang dengan pembeli domestik maupun internasional.

Pengembangan industri ini juga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, mulai dari membuka lapangan kerja bagi perajin dan desainer lokal hingga meningkatkan permintaan terhadap produk berbasis wastra Nusantara.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, industri modest fashion membuka kesempatan bagi karya kreatif Indonesia untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Pasar yang dibidik tidak terbatas pada negara-negara Muslim, tetapi juga mencakup Eropa dan berbagai kawasan internasional lainnya.

Menurutnya, kekayaan budaya dan keunikan desain Indonesia merupakan modal penting untuk menghasilkan produk yang memiliki daya tarik di pasar global.

Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan pengembangan dan perlindungan kekayaan intelektual. Langkah ini penting agar karya kreatif anak bangsa memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi sekaligus mendapatkan perlindungan di tengah persaingan industri fesyen internasional.

Penguatan aspek tersebut diharapkan dapat mendorong merek lokal berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan dan memiliki identitas kuat di pasar dunia.(*)

Pos terkait