- Rakornis Golkar di Makassar rumuskan strategi politik jangka panjang, dorong penyempurnaan sistem Pemilu berlandaskan Pancasila dan penjaringan caleg aejak dini
- Golkar Indonesia Timur siapkan strategi menghadapi Pemilu mendatang, mulai dari penguatan politik gagasan, usulan masa jabatan DPRD hingga 2034, hingga pemetaan bakal caleg
RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Partai Golkar wilayah Indonesia Timur mulai mematangkan strategi politik jangka panjang.
Salah satu rekomendasi yang mengemuka dalam rapat koordinasi teknis (rakornis) adalah mendorong perpanjangan masa jabatan anggota DPRD provinsi serta kabupaten/kota hingga 2031.
Rekomendasi tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum PP Wilayah Indonesia Timur DPP Partai Golkar, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat membuka bimbingan teknis (bimtek) anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia Timur di Hotel Claro Makassar, Jumat (16/10/2026).
Melki mengatakan, rakornis telah merumuskan sejumlah agenda strategis yang akan diperjuangkan Partai Golkar, mulai dari penyempurnaan sistem pemilu, penguatan politik gagasan, hingga persiapan calon anggota legislatif (caleg) untuk pemilu mendatang.
Menurut dia, penyempurnaan sistem pemilu perlu berlandaskan semangat Pancasila, khususnya sila keempat yang menekankan prinsip kerakyatan dan permusyawaratan.
“Kita mendorong agar penyempurnaan sistem pemilu harus sesuai dengan semangat Pancasila sila keempat,” kata Melki.
Ia menegaskan, Golkar juga harus mengambil peran dalam mengembalikan esensi politik sebagai ruang perjuangan gagasan dan karya nyata, bukan sekadar transaksi untuk memperoleh dukungan atau kekuasaan.
“Partai Golkar harus mampu juga mulai mengembalikan bahwa politik itu bukan lagi sekadar transaksi, tapi adalah bagian dari suatu karya-kekaryaan dan gagasan yang benar,” ujarnya.
Melki menyebutkan, gagasan mengenai penyempurnaan sistem pemilu tersebut akan dibawa Partai Golkar untuk dibicarakan bersama seluruh fraksi di DPR RI.
Perjuangkan Masa Jabatan DPRD hingga 2031
Selain penyempurnaan sistem pemilu, rakornis Golkar wilayah Indonesia Timur juga merekomendasikan kepada DPP dan Fraksi Partai Golkar untuk mendorong perpanjangan masa jabatan anggota DPRD provinsi serta kabupaten/kota hingga 2031.
Rekomendasi itu menjadi salah satu poin penting yang disuarakan dalam forum konsolidasi kader Golkar di kawasan Indonesia Timur.
Saat menyampaikan usulan tersebut, Melki meminta dukungan peserta bimtek agar perjuangan politik itu dapat berlanjut ke tingkat nasional.
“Pastinya berdoalah biar ini sampai DPRD, sampai DPR RI semuanya lancar dan tuntas,” ujarnya.
Ia menegaskan, rekomendasi tersebut telah diputuskan sebagai bagian dari agenda perjuangan Partai Golkar di wilayah Indonesia Timur.
Meski demikian, usulan perpanjangan masa jabatan DPRD hingga 2034 masih merupakan rekomendasi politik yang perlu dibahas lebih lanjut melalui mekanisme dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Penjaringan Caleg Dimulai Lebih Awal
Di sisi lain, Golkar Indonesia Timur juga mulai menyusun strategi untuk menghadapi kontestasi politik berikutnya. Salah satu langkah yang disepakati adalah mempersiapkan calon anggota legislatif jauh lebih awal agar proses penjaringan, pemetaan kekuatan, dan konsolidasi dapat dilakukan secara bertahap.
Melki mengungkapkan, Golkar merencanakan penjaringan awal dengan menyiapkan daftar bakal caleg hingga 200 persen dari kebutuhan kursi. Selanjutnya, komposisi tersebut akan disesuaikan menjadi 150 persen pada awal 2028 dan dipadatkan menjadi 100 persen menjelang pemilu 2029.
“Jadi tadi sudah diputuskan menjadi perjuangan dari Partai Golkar di wilayah Indonesia Timur. Tadi juga diputuskan untuk kita mempersiapkan caleg nanti lebih awal lagi sejak tahun depan,” kata Melki.
Ia menjelaskan, tahapan persiapan tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan agenda pemilu. Apabila jadwal pemilu berubah menjadi 2031, Golkar akan menyiapkan strategi baru sesuai situasi politik dan ketentuan yang berlaku.
Langkah tersebut menunjukkan upaya Golkar untuk memperkuat kesiapan organisasi sejak dini, sekaligus memastikan kader yang akan diusung memiliki waktu lebih panjang untuk membangun komunikasi dengan masyarakat.
Melalui rakornis dan bimtek tersebut, Golkar Indonesia Timur tidak hanya mendorong agenda perubahan sistem pemilu, tetapi juga memperkuat konsolidasi internal dalam menghadapi persaingan politik mendatang.
Bagi Golkar, persiapan lebih awal dan penguatan politik berbasis gagasan menjadi bagian penting untuk menjaga daya saing partai sekaligus memperluas dukungan masyarakat di kawasan Indonesia Timur.(*)

















