- Musda DPD II Golkar dijadwalkan mulai November 2026, Maros mematangkan persiapan, sementara Pinrang menyoroti regenerasi kepemimpinan dan kualitas calon ketua.
- Usman Marham mendorong regenerasi kepemimpinan Golkar Pinrang di tengah dukungan kader, sementara survei elektabilitas bakal calon ketua mulai berjalan.
- Tak sekadar pergantian pengurus, Musda Golkar menjadi momentum konsolidasi organisasi, penjaringan kader potensial, dan persiapan menghadapi Pemilu 2029.
RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar kabupaten/kota di Sulawesi Selatan mulai memasuki tahap persiapan. Sejumlah daerah bersiap menggelar agenda pergantian kepemimpinan tersebut pada November 2026, dengan konsolidasi organisasi dan penjaringan kader potensial menjadi perhatian utama.
DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros dan Kabupaten Pinrang menjadi dua daerah yang mulai mematangkan persiapan. Namun, di balik agenda konsolidasi tersebut, muncul dinamika menarik terkait arah regenerasi kepemimpinan partai berlambang pohon beringin itu.
Di Maros, panitia mulai mempersiapkan pelaksanaan Musda XI yang dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2026. Sementara di Pinrang, Ketua DPD II Golkar, Usman Marham, menekankan pentingnya menyiapkan figur pemimpin yang memiliki pengalaman organisasi dan kemampuan memperkuat konsolidasi partai.
Maros Matangkan Persiapan Musda XI
Ketua Panitia Musda XI Partai Golkar Maros, A. Awaluddin, mengatakan pihaknya mulai melakukan berbagai persiapan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan sesuai mekanisme organisasi.
Persiapan tersebut meliputi aspek teknis pelaksanaan, administrasi, hingga koordinasi dengan jajaran pengurus dan unsur organisasi Partai Golkar di Kabupaten Maros.
Menurutnya, Musda merupakan momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, memperkuat konsolidasi internal, sekaligus merumuskan langkah strategis menghadapi agenda politik mendatang.
Panitia berkomitmen memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan organisasi sehingga Musda XI tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang memperkuat kebersamaan antarkader.
Musda diharapkan melahirkan kepemimpinan yang mampu menjaga soliditas partai serta merumuskan program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Maros.
Dengan jadwal pelaksanaan pada 1 November 2026, panitia terus mematangkan kebutuhan penyelenggaraan agar seluruh agenda dapat terlaksana dengan baik.
Usman Marham Tekankan Regenerasi Kepemimpinan
Berbeda dengan dinamika persiapan di Maros, Musda Golkar Pinrang mulai diwarnai pembicaraan mengenai regenerasi kepemimpinan.
Di tengah dukungan sejumlah kader yang menginginkannya kembali memimpin Golkar Pinrang, Usman Marham justru menekankan pentingnya menyiapkan figur yang mampu membawa organisasi menghadapi tantangan politik ke depan.
Baginya, Musda bukan sekadar arena pergantian pengurus, melainkan momentum menyiapkan kader potensial yang memiliki kapasitas memimpin dan memahami tata kelola organisasi.
“Pergantian kepemimpinan perlu menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi dan menyiapkan kader-kader potensial untuk melanjutkan kerja politik Golkar di Pinrang,” demikian pesan yang disampaikan Usman dalam menyikapi persiapan Musda.
Ia menilai, pemimpin partai tidak cukup hanya mengandalkan popularitas. Pengalaman berorganisasi, kemampuan membangun komunikasi, serta kecakapan menjalankan mekanisme partai juga harus menjadi pertimbangan utama.
Survei Elektabilitas Jadi Pertimbangan
Usman juga menyoroti pelaksanaan survei elektabilitas bakal calon ketua DPD II Golkar kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Menurutnya, survei diperlukan untuk memetakan tingkat ketokohan para bakal calon, baik di lingkungan internal partai maupun di tengah masyarakat.
“Memang survei elektabilitas perlu dilakukan. Ini untuk mengetahui tingkat ketokohan bakal calon di daerahnya, baik eksternal maupun di internal Golkar,” kata Usman, Selasa (13/10/2026).
Ia menilai hasil survei dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi DPD I Golkar Sulsel dalam melihat potensi kader yang akan maju dalam kontestasi kepemimpinan di tingkat kabupaten/kota.
“Ini juga menjadi dasar objektif bagi DPD Golkar Sulsel untuk melihat potensi agar yang maju adalah kader-kader Golkar potensial. Tepat sekali survei ini dilakukan oleh DPD Golkar Sulsel,” tuturnya.
Usman membenarkan survei bakal calon Ketua DPD II Golkar Pinrang telah berjalan. Ia juga mengaku telah melaporkan perkembangan persiapan Musda kepada Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin.
Calon Ketua Harus Berpengalaman Organisasi
Selain survei elektabilitas, Usman menekankan pentingnya pengalaman organisasi bagi kader yang ingin maju sebagai calon Ketua DPD II Golkar Pinrang.
Ia berharap calon pemimpin memiliki rekam jejak berorganisasi sehingga mampu memahami mekanisme, tata kerja, dan dinamika pengambilan keputusan di internal partai.
“Saya ingin calon ketua Golkar Pinrang adalah orang yang memiliki pengalaman organisasi. Minimal calon ketua yang maju pernah berkecimpung di organisasi seperti HMI, PMII dan organisasi lainnya. Sehingga tidak buta-buta menjalankan organisasi,” ujarnya.
Menurutnya, regenerasi bukan semata-mata tentang pergantian nama atau memberikan ruang kepada figur baru. Lebih dari itu, regenerasi harus memastikan keberlanjutan organisasi melalui kepemimpinan yang memiliki kapasitas dan pengalaman memadai.
Ia juga menilai keselarasan komunikasi dan koordinasi antara pengurus DPD II dengan DPD I Golkar Sulsel merupakan aspek penting dalam menjalankan program partai.
“Kan tidak bagus ketua DPD kabupaten tidak seiring dengan ketua DPD provinsi. Kami sudah laporkan perkembangan di Pinrang. DPD Golkar Sulsel sudah jalan lakukan survei,” katanya.
Panitia Musda Pinrang Mulai Terbentuk
Sementara itu, persiapan Musda Golkar Pinrang telah memasuki tahap pembentukan kepanitiaan.
DPD II Golkar Pinrang menggelar rapat pleno pada Kamis (8/10/2026) untuk membahas persiapan pelaksanaan Musda sekaligus menetapkan susunan panitia penyelenggara.
Dalam rapat tersebut, Usman Bengawan yang merupakan Ketua Fraksi Golkar DPRD Pinrang disepakati sebagai Ketua Penyelenggara.
Adapun Amri Manangkasi, Ketua Komisi II DPRD Pinrang, dipercaya memimpin panitia pengarah atau steering committee (SC). Sementara Rusna, Bendahara Fraksi Golkar DPRD Pinrang, ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana.
Pembentukan kepanitiaan menjadi tahapan awal untuk memastikan Musda Golkar Pinrang yang direncanakan berlangsung pada November 2026 dapat dipersiapkan sesuai mekanisme organisasi.
Seiring berjalannya persiapan, perhatian kader kini tertuju pada hasil survei bakal calon, proses pencalonan, serta figur-figur yang akan tampil dalam kontestasi kepemimpinan.
Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
Musda DPD II Golkar di sejumlah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan menjadi bagian penting dari upaya memperkuat konsolidasi partai menjelang agenda politik berikutnya, termasuk Pemilu 2029.
Kepemimpinan yang terbentuk melalui Musda mendatang akan menghadapi tantangan untuk memperkuat struktur organisasi, menjaga soliditas kader, serta meningkatkan peran partai di tengah masyarakat.
Dalam konteks tersebut, penekanan Usman Marham mengenai regenerasi, pengalaman organisasi, dan survei elektabilitas menjadi bagian dari pembicaraan mengenai kriteria kepemimpinan Golkar ke depan.
Sementara di Maros, pematangan persiapan Musda XI menunjukkan bahwa tahapan konsolidasi organisasi di tingkat daerah mulai berjalan.
Dengan agenda Musda yang dijadwalkan berlangsung pada November, dinamika di Maros dan Pinrang menjadi gambaran bahwa konsolidasi Golkar Sulsel tidak hanya menyangkut pergantian kepengurusan, tetapi juga penyiapan figur yang dinilai mampu menjaga kesinambungan organisasi dan menghadapi persaingan politik mendatang.(*)

















