Cukup 7 Suara untuk Maju Musda, Appi Bakal Berhadapan dengan 20 DPC Ni’matullah

Calon Ketua Demokrat Sulsel Berebut 27 Suara
FOTO: IST//CALON KETUA. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat resmi menjadi kader Partai Demokrat Sulsel usai menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) yang diserahkan langsung Ketua Partai Demokrat Sulsel, Ni’matullah Erbe di Hotel Claro Makassar, pekan lalu.
banner 468x60
  • Masuknya Munafri Arifuddin alias Appi sebagai kader Demokrat membuka babak baru perebutan kursi Ketua DPD Demokrat Sulsel, sementara Ni’matullah Erbe mengklaim masih mendapat dukungan 20 DPC menjelang Musda 23 Oktober 2026.
  • Sebanyak 27 hak suara akan menentukan arah kepemimpinan Demokrat Sulsel, dengan syarat minimal tujuh dukungan untuk maju sebagai calon ketua, di tengah sorotan terhadap peluang Appi menantang petahana Ni’matullah Erbe.
  • Perebutan kursi Ketua Demokrat Sulsel bukan sekadar soal popularitas figur, tetapi juga pertarungan menggalang dukungan resmi dari 24 DPC, DPP, DPD, dan organisasi sayap partai yang memiliki hak suara dalam Musda.

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Sulawesi Selatan dijadwalkan berlangsung pada 23 Oktober 2026. Perebutan kursi Ketua DPD Demokrat Sulsel mulai menjadi perhatian, terutama setelah Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi resmi bergabung sebagai kader partai berlambang mercy tersebut.

Sebanyak 27 hak suara akan diperebutkan oleh bakal calon ketua dalam Musda kali ini. Untuk memenuhi persyaratan pencalonan, setiap bakal calon minimal harus mengantongi dukungan tujuh suara sah.

Ketua Panitia Musda Demokrat Sulsel, Andi Rio Fatrah, mengatakan panitia telah menggelar rapat perdana untuk mempersiapkan pelaksanaan agenda tersebut.
“Ada 27 hak suara yang diperebutkan di Musda. Sebanyak 24 DPC kabupaten/kota, 1 DPP, 1 DPD dan 1 organisasi sayap partai,” kata Andi Rio saat dihubungi, Senin (12/10/2026).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, ketentuan dukungan bakal calon ketua mengacu pada Peraturan Organisasi Nomor PO/02/DPP-PD/V/2021 tertanggal 3 Mei 2021. Dalam Pasal 10 poin g, bakal calon ketua harus mendapatkan surat dukungan atau rekomendasi sekurang-kurangnya 20 persen dari jumlah pemegang hak suara sah.

Dengan total 27 hak suara, persyaratan tersebut setara dengan 5,4 suara. Karena dukungan harus berupa suara utuh, bakal calon minimal membutuhkan tujuh suara untuk memenuhi ambang batas pencalonan.

“Jadi 20% dari 27 hak suara itu ialah 6,5. Karena pembulatan ke atas, maka bakal calon minimal didukung oleh 7 suara di Musda,” ujar Andi Rio.

Surat rekomendasi dukungan tersebut menjadi salah satu persyaratan bagi bakal calon untuk mendaftar sebagai kandidat ketua. Dokumen itu nantinya diserahkan kepada panitia Musda untuk mengikuti tahapan pencalonan sesuai mekanisme partai.

Nama Munafri Arifuddin mulai menjadi perhatian setelah resmi menerima kartu tanda anggota (KTA) Partai Demokrat. Wali Kota Makassar itu disebut-sebut berpeluang maju sebagai calon Ketua DPD Demokrat Sulsel, menantang petahana Ni’matullah Erbe.

Meski demikian, Appi sebelumnya belum memastikan langkah politiknya dalam Musda mendatang. Ia menegaskan bahwa dirinya baru saja resmi menjadi kader Demokrat dan belum membicarakan pencalonan ketua DPD.

“Saya belum tahu kondisinya seperti apa. Tapi yang jelas, hari ini sudah resmi menjadi kader Partai Demokrat,” ujar Appi setelah menerima KTA Demokrat di Hotel Claro.

Appi juga mengaku belum membangun komunikasi dengan pengurus DPC terkait kemungkinan pencalonannya. “Belum bicara sampai ke sana, kita lihat saja ke depannya seperti apa,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa hingga keterangannya disampaikan, Appi belum mengumumkan secara terbuka kesiapannya untuk maju dalam perebutan kursi Ketua DPD Demokrat Sulsel.

Ni’matullah Klaim Dukungan 20 DPC

Ketua Partai Demokrat Sulsel, Ni’matullah Erbe menegaskan bahwa proses pencalonan ketua DPD harus mengikuti tahapan dan mekanisme organisasi yang ditetapkan Partai Demokrat.

Ia juga menyebut keputusan selanjutnya akan mengikuti petunjuk dan arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), termasuk Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono.
“Kalau sudah masuk tahapan Musda, saya pasti dipanggil lagi oleh DPP,” ungkapnya.

Terkait kemungkinan kembali maju sebagai calon ketua, Ni’matullah mengatakan setiap kandidat harus mengikuti mekanisme yang berlaku di internal partai.
“Ada tahapan-tahapannya. Soal ke depannya nanti kita lihat, termasuk memperhatikan petunjuk dan arahan dari pengurus di tingkat pusat,” ujarnya.

Ni’matullah juga mengklaim masih mendapatkan dukungan dari sejumlah pengurus DPC. Dari dukungan yang sebelumnya disebut mencapai 23 DPC, ia menyatakan sebanyak 20 DPC masih bertahan mendukung dirinya.

“Sebenarnya ada 23, tapi yang bisa saya pastikan itu 20 masih on di saya dukungannya. Karena sampai hari ini juga belum ada tanda tangan dukungan baru ke yang lain,” ungkapnya.

Mengenai peluang kader baru untuk maju sebagai calon ketua DPD, Ni’matullah menilai hal tersebut perlu dilihat berdasarkan petunjuk teknis dan mekanisme yang berlaku di partai.“Secara normal tidak, tetapi kan biasaji di politik, seperti saya sampaikan tadi kita lihat dari segi lucu-lucunya ini barang,” ucapnya.

Ia menegaskan, apabila Appi ingin maju sebagai calon Ketua DPD Demokrat Sulsel, prosesnya tetap akan mengacu pada ketentuan yang ditetapkan DPP.
“Kalau beliau (Appi) mau maju ketua DPD, pasti ada mekanisme yang diatur oleh DPP. Kita akan lihat nanti petunjuk dan arahan soal ini,” tutupnya.

Dengan jadwal Musda yang semakin dekat, persyaratan dukungan dan mekanisme pencalonan menjadi bagian penting dalam menentukan siapa saja yang akan masuk dalam kontestasi. Kepastian mengenai kandidat yang maju serta dukungan resmi masing-masing calon akan terlihat melalui tahapan yang ditetapkan Partai Demokrat.(*)

Pos terkait