Gerindra Perluas Pengaruh di Sulsel

Gerindra Perluas Pengaruh di Sulsel
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; module: video; hw-remosaic: false; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: Beauty ; sceneMode: 0; cct_value: 2816; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 246.0; aec_lux_index: 0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0; albedo: ; confidence: ; motionLevel: -1; weatherinfo: null; temperature: 42;
banner 468x60

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR – Partai Gerindra semakin agresif memperkuat fondasi politiknya di Sulawesi Selatan menjelang kontestasi Pemilu 2029. Langkah terbaru ditandai dengan bergabungnya lima kepala daerah yang langsung dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra di wilayah masing-masing.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) dilakukan langsung oleh Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Gerindra Sulsel yang digelar di Upperhills, Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Selasa (4/8/2026) siang. Agenda tersebut menjadi bagian dari konsolidasi besar partai sekaligus penyegaran kepengurusan di sejumlah daerah.

Kelima kepala daerah yang kini resmi menakhodai DPC Partai Gerindra di wilayahnya masing-masing yaitu Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Bupati Wajo Andi Rosman, Bupati Kepulauan Selayar Natsir Ali, Bupati Sinjai Ratnawati Arif, dan Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga.

Bacaan Lainnya

Di samping kelima kepala daerah tersebut, Partai Gerindra juga memplot Trisal Ahmad, yang merupakan suami dari Naili Trisal, sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Palopo. Dalam arahannya, Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan optimismenya bahwa jajaran pengurus baru yang telah menerima SK akan bekerja sebaik-baiknya bersama seluruh elemen kader untuk membawa Partai Gerindra menjadi kekuatan politik terdepan di Sulawesi Selatan.

Masuknya para kepala daerah dinilai bukan sekadar pergantian struktur organisasi, tetapi menjadi sinyal kuat bahwa Gerindra tengah membangun kekuatan politik berbasis eksekutif di Sulawesi Selatan. Strategi ini diyakini akan memperkuat mesin partai hingga tingkat akar rumput menghadapi Pemilu dan Pilkada nanti.

Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus menilai fenomena ini memperlihatkan meningkatnya daya tarik Gerindra sebagai “rumah politik” bagi para kepala daerah. Selain memiliki akses langsung ke pemerintahan nasional, posisi Gerindra sebagai partai penguasa dinilai memberi nilai tambah bagi figur-figur lokal untuk membangun karier politik jangka panjang.

“Kehadiran elite DPP Gerindra seperti Sufmi Dasco Ahmad dan Habiburokhman dalam Rakorda di Sulawesi Selatan menegaskan ambisi besar partai untuk merebut hegemoni politik dan menjadi kekuatan nomor satu di Sulsel,” kata Nurmal.

Menurutnya, penyerahan tujuh surat keputusan (SK) kepada Ketua DPC, termasuk kepada sejumlah kepala daerah aktif yang direkrut untuk memimpin struktur partai di daerah, bukan sekadar agenda konsolidasi organisasi. Langkah itu merupakan strategi politik yang dirancang untuk mempercepat penguatan basis elektoral Gerindra.

“Langkah taktis melalui penyerahan tujuh SK kepada ketua DPC, termasuk merekrut kepala daerah aktif untuk langsung memimpin struktur partai, menunjukkan penerapan strategi politik figur berbasis coat-tail effect guna mengamankan simpul kekuasaan secara instan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dengan menempatkan figur kepala daerah yang telah memiliki popularitas dan jaringan politik sebagai ketua DPC, Gerindra berupaya memanfaatkan efek elektoral dari tokoh tersebut untuk memperluas pengaruh partai di tingkat lokal.

Namun, Nurmal mengingatkan bahwa strategi agresif tersebut juga mengandung sejumlah risiko politik yang perlu diantisipasi jika Gerindra ingin mempertahankan momentum hingga Pemilu 2029.

“Kendati demikian, langkah agresif ini menyimpan sejumlah tantangan serius menuju 2029. Gerindra harus cermat mengelola potensi gesekan internal akibat masuknya figur eksternal yang melompati proses kaderisasi berdarah-darah, menghindari jebakan kinerja kepala daerah (incumbency trap) yang dapat berbalik menggerus citra partai, serta menjaga soliditas di tengah lanskap sosiopolitik Sulsel yang sangat cair dan berbasis patronase lokal,” tuturnya. (*)

Pos terkait