- PPP Sulsel mulai memetakan kekuatan kader dan segmen pemilih muda untuk menghadapi kontestasi politik pada 2029.
- Organisasi PPP Muda disiapkan untuk mengembangkan potensi generasi muda sekaligus memperluas basis kader PPP di Sulsel.
- Dengan konsolidasi kader dan pendekatan kepada pemilih muda, PPP Sulsel mulai memanaskan persiapan menuju Pemilu 2029.
RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan mulai menyiapkan strategi menghadapi Pemilu 2029. Penguatan koordinasi kader hingga pembentukan organisasi kepemudaan menjadi bagian dari langkah yang disiapkan partai.
Ketua DPW PPP Sulsel, Ilham Ari Fauzi Amir Uskara, mengatakan seluruh gerakan kader perlu berada dalam satu komando agar strategi pemenangan dapat berjalan lebih terarah.
Menurutnya, PPP juga perlu menerapkan skala prioritas dalam memberikan dukungan kepada para kader yang akan menghadapi kontestasi politik.
“Seluruh gerakan kita berada dalam satu komando yang sama. Kader-kader yang sudah kuat dan tidak membutuhkan bantuan tentu tidak menjadi prioritas. Tetapi kader yang sudah kuat namun masih membutuhkan sedikit bantuan, itu yang harus diprioritaskan,” kata Ilham.
Selain konsolidasi internal, PPP mulai memberi perhatian khusus terhadap kelompok pemilih muda. Ilham menyebut generasi muda akan menjadi salah satu segmen besar dalam Pemilu 2029. “Perlu kita lihat bahwa hampir 60% pemilih pada Pemilu 2029 nanti berasal dari kalangan pemuda,” ujarnya.
Untuk menggarap segmen tersebut, PPP menyiapkan PPP Muda, organisasi ad hoc yang diisi anak-anak muda. Menurut Ilham, wadah tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mengembangkan potensi kader muda sekaligus memperkuat basis partai menjelang Pemilu 2029.
Ilham mengungkapkan, potensi kader muda di internal PPP sebenarnya cukup besar. Dari hampir 1.000 anggota fraksi yang dikumpulkan dalam sebuah agenda di Yogyakarta, sekitar 15% di antaranya disebut berusia di bawah 35 tahun.
“Kemarin kami dikumpulkan di Jogja, ada sekitar 150 orang anggota fraksi dan ketua DPW yang dipanggil. Dari total hampir seribu anggota fraksi, ternyata sekitar 15% merupakan anak muda di bawah 35 tahun,” jelasnya.
Potensi tersebut, lanjut Ilham, akan dikembangkan menjadi bagian dari persiapan PPP menghadapi kontestasi politik 2029.
Ia menegaskan, penguatan struktur, konsolidasi kader, serta optimalisasi potensi generasi muda menjadi bagian dari strategi PPP untuk kembali membangun kekuatan politik pada Pemilu mendatang.
“Inilah strategi PPP untuk 2029. PPP sudah diberikan tokoh-tokoh pusatnya di 2024, dan inilah yang akan kita kembangkan untuk siap bertarung lagi di 2029,” pungkas Ilham. (*)

















