Uang Primer RI Tumbuh 9,3 Persen, Tembus Rp2.353 Triliun

Uang Primer Adjusted September 2026 Tumbuh 93 yoy
IST
banner 468x60
  • Pertumbuhan uang kartal yang diedarkan mencapai 11,8 persen secara tahunan, sedangkan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted tumbuh 3,9 persen pada September 2026.
  • Perhitungan uang primer adjusted telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas sehingga memberikan gambaran yang lebih baik mengenai perkembangan uang primer di tengah kebijakan moneter Bank Indonesia.
  • Sejak Januari 2025, Bank Indonesia menyesuaikan metode perhitungan uang primer adjusted untuk mengisolasi dampak penurunan giro bank di bank sentral akibat pemberian insentif likuiditas.

RUANGAKSELERASI.ID, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) mencatat uang primer atau base money (M0) adjusted tumbuh 9,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada September 2026. Dengan pertumbuhan tersebut, posisi uang primer adjusted mencapai Rp2.353,1 triliun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan pertumbuhan tersebut melanjutkan tren positif uang primer, meskipun lebih rendah dibandingkan Agustus 2026 yang tumbuh 16,3 persen secara tahunan.

Perkembangan uang primer pada September 2026 terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar 11,8 persen secara tahunan. Sementara itu, giro bank umum di Bank Indonesia yang telah disesuaikan atau adjusted tumbuh 3,9 persen secara tahunan.

Bacaan Lainnya

Data tersebut menunjukkan bahwa uang kartal yang beredar di masyarakat masih menjadi salah satu komponen yang mencatat pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan giro bank umum di bank sentral.

BI menjelaskan, perhitungan uang primer adjusted telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas dalam kerangka pengendalian moneter. Penyesuaian tersebut diperlukan agar perkembangan uang primer dapat dibaca dengan lebih tepat di tengah pelaksanaan kebijakan likuiditas.

Uang primer adjusted merupakan indikator moneter yang menggambarkan perkembangan uang primer dengan mengisolasi dampak penurunan giro bank di Bank Indonesia akibat pemberian insentif likuiditas. Dengan demikian, indikator ini membantu memberikan gambaran yang lebih baik mengenai perkembangan uang primer setelah memperhitungkan pengaruh kebijakan tersebut.

Sejak Januari 2025, Bank Indonesia melakukan penyesuaian perhitungan uang primer adjusted untuk meningkatkan pemahaman terhadap dinamika uang primer serta pengaruh kebijakan likuiditas yang diterapkan bank sentral.

Perkembangan uang primer menjadi salah satu indikator yang dapat dicermati dalam melihat kondisi moneter dan likuiditas perekonomian. Namun, pertumbuhannya perlu dibaca bersama indikator lain untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekonomi nasional.

Bank Indonesia terus memantau perkembangan indikator moneter sebagai bagian dari pelaksanaan kebijakan untuk menjaga stabilitas perekonomian dan mendukung sistem keuangan nasional.(*)

Pos terkait