- Musda Demokrat Sulsel pada 23 Oktober 2026 tidak hanya menjadi momentum penentuan ketua baru, tetapi juga membuka perhatian terhadap susunan pengurus yang akan dibentuk. Appi mendapat dukungan 24 Ketua DPC kabupaten/kota, sedangkan Selle KS Dalle dan Fatma Wahyuddin mulai mencuri perhatian dalam spekulasi komposisi sekretaris.
RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi hampir pasti menjadi calon tunggal dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Sulsel yang akan digelar pada 23 Oktober nanti di Hotel Claro Makassar.
Munafri Arifuddin telah mengembalikan berkas pencalonan Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan didampingi 24 Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota serta pengurus organisasi sayap partai, Minggu (18/10/2026).
Wali Kota Makassar itu tiba di Kantor DPD Demokrat Sulsel, Jalan Mirah Seruni Nomor 30, Kecamatan Panakkukang, sekitar pukul 16.00 WITA. Di lokasi tersebut, Appi menyerahkan dokumen persyaratan kepada panitia untuk menyelesaikan tahapan pengembalian formulir pendaftaran.
Sekretaris DPD Demokrat Sulsel, Haidar Majid, mengapresiasi kehadiran seluruh pimpinan cabang yang mendampingi Appi dalam agenda tersebut.
“Alhamdulillah, Ketua DPC 24 kabupaten/kota hadir pada kesempatan ini,” ujar Haidar.
Menurut Haidar, kehadiran seluruh Ketua DPC menunjukkan keterlibatan pengurus daerah dalam proses pencalonan menjelang Musda. Selain itu, momentum tersebut menjadi bagian dari konsolidasi internal Partai Demokrat di Sulsel.
Dukungan terhadap Appi juga datang dari organisasi sayap partai. Haidar menegaskan bahwa unsur tersebut turut menyatakan dukungan dalam proses pencalonan Ketua DPD Demokrat Sulsel.
“Pada kesempatan ini juga, Pak Appi mendapat dukungan sayap Partai Demokrat,” sambung mantan anggota DPRD Sulsel tersebut.
Sementara itu, Haidar memastikan panitia telah memeriksa seluruh dokumen persyaratan yang diserahkan Appi. Setelah melakukan pemeriksaan, panitia menyatakan berkas pencalonan tersebut lengkap.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan pengecekan berkas Bapak Munafri Arifuddin, berkas dinyatakan lengkap,” jelasnya.
Dengan terpenuhinya persyaratan administrasi, Appi telah menuntaskan tahapan pengembalian berkas pencalonan. Selanjutnya, Partai Demokrat Sulsel akan melanjutkan proses pemilihan ketua melalui Musda
Dinamika perebutan kursi Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai memunculkan spekulasi mengenai komposisi kepengurusan baru.
Dua nama, Selle KS Dalle dan Fatma Wahyuddin, mencuat sebagai figur yang berpotensi mengisi posisi Sekretaris DPD Demokrat Sulsel jika Munafri Arifuddin alias Appi terpilih sebagai ketua.
Munculnya kedua nama tersebut menambah warna dalam kontestasi internal Demokrat Sulsel. Selain figur yang akan memimpin partai, posisi sekretaris juga dinilai strategis karena menjadi salah satu kunci dalam menggerakkan organisasi, mengonsolidasikan kader, serta menjalankan agenda politik partai.
Selle KS Dalle, Figur Berpengalaman
Nama Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle mencuat dalam bursa sekretaris. Pengalaman dan kiprahnya di dunia politik Sulsel menjadi modal yang dapat diperhitungkan apabila masuk dalam komposisi kepengurusan mendatang.
Posisi sekretaris memiliki arti penting dalam struktur partai. Jabatan ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan juga berkaitan dengan koordinasi antarpengurus, konsolidasi kader, hingga pelaksanaan program organisasi di tingkat kabupaten dan kota.
Jika Appi dipercaya memimpin Demokrat Sulsel, figur sekretaris akan menjadi salah satu elemen penting dalam menerjemahkan arah kepemimpinan menjadi kerja organisasi. Karena itu, munculnya nama Selle menambah dinamika dalam pembicaraan mengenai formasi kepengurusan baru.
Fatma Wahyuddin, Kekuatan dari Lingkar Parlemen
Nama lain yang ikut menjadi perhatian adalah Fatma Wahyuddin. Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sulsel ini memiliki pengalaman dalam aktivitas kepartaian dan dinamika politik parlemen.
Keterlibatan Fatma dalam proses pengambilan formulir pencalonan Appi turut menempatkan namanya dalam sorotan menjelang Musda. Meski demikian, keterlibatan tersebut tidak dapat langsung diartikan sebagai kepastian bahwa dirinya akan mengisi posisi sekretaris.
Pengalaman di parlemen dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun kepengurusan partai, terutama untuk memperkuat komunikasi antara struktur organisasi dan kader yang menjalankan fungsi legislasi.
Dalam konteks ini, Fatma menjadi salah satu nama yang diperbincangkan bersama Selle KS Dalle.
Keduanya memiliki latar belakang berbeda yang dapat dipertimbangkan dalam penyusunan struktur organisasi. Namun, keputusan akhir tetap berada dalam mekanisme internal Demokrat.
Sekretaris Punya Peran Strategis
Dalam struktur partai politik, posisi sekretaris bukan sekadar jabatan administratif. Sekretaris memiliki peran penting dalam memastikan konsolidasi organisasi berjalan efektif, koordinasi antarkader terjaga, serta program kerja partai terlaksana hingga tingkat kabupaten dan kota.
Bagi Demokrat Sulsel, komposisi kepengurusan baru juga akan menentukan arah konsolidasi menghadapi agenda politik mendatang. Karena itu, figur yang mendampingi ketua akan menjadi bagian penting dalam memperkuat mesin partai di 24 kabupaten/kota.
Jika Appi resmi memimpin Demokrat Sulsel, penentuan sekretaris berpotensi menjadi salah satu keputusan penting dalam penyusunan kepengurusan. Pilihan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pertimbangan personal, tetapi juga kemampuan membangun soliditas internal dan menyatukan kekuatan kader.
Kendati dua nama mulai mencuat, keputusan akhir tetap bergantung pada mekanisme dan dinamika internal Demokrat. Proses penjaringan Ketua DPD Demokrat Sulsel pun menjadi tahapan penting yang akan menentukan arah kepemimpinan partai ke depan.
Kini, selain menunggu hasil kontestasi kursi ketua, perhatian juga tertuju pada siapa yang akan mendampingi Appi apabila berhasil memimpin Demokrat Sulsel: Selle KS Dalle atau Fatma Wahyuddin.(*)

















