- Appi menolak menjadi Plt Ketua Golkar Makassar, sementara Demokrat membuka pintu bagi sang wali kota.
- Keluar dari Golkar tanpa memutus silaturahmi, Appi menyebut beringin sebagai rumah tempat dirinya ditempa.
- Kehadiran politisi Demokrat saat Appi pamit dari Golkar memunculkan spekulasi arah politik berikutnya.
- Appi resmi berstatus tanpa partai, Demokrat sebelumnya telah terbuka mengajaknya bergabung.
- Dari Ketua Golkar Makassar hingga wali kota, Appi menutup enam tahun perjalanan bersama beringin.
RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Babak baru perjalanan politik Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi resmi dimulai. Setelah enam tahun berada di bawah naungan Partai Golkar, Appi akhirnya memilih keluar dari partai berlambang pohon beringin tersebut.
Yang membuat langkah ini kian menarik, Appi tidak datang sendirian saat menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Senin (5/10/2026).
Appi didampingi Wakil Bupati Soppeng sekaligus Ketua Bappilu Demokrat Sulsel Selle KS Dalle. Kehadiran elite Demokrat di momen Appi meninggalkan Golkar pun langsung memunculkan pertanyaan tentang ke mana arah politik Appi selanjutnya.
Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi bahwa Appi telah bergabung dengan Demokrat. Yang sudah pasti, pintu partai berlambang bintang mercy itu terbuka bagi mantan Ketua DPD II Golkar Makassar tersebut.
Ketua Dewan Pakar DPP Demokrat Andi Alfian Mallarangeng bahkan kembali menegaskan kesiapan Demokrat menerima Appi. Pernyataan itu disampaikan setelah Appi resmi mengundurkan diri dari Golkar.
“Kalau Bung Appi sudah resmi mengundurkan diri dari partainya sekarang, maka artinya dia sudah bukan kader partai mana pun. Dan kalau Bung Appi kemudian bersedia bergabung ke Partai Demokrat sesuai dengan ajakan saya kemarin di Makassar, tentu kami akan membuka pintu lebar-lebar,” kata Alfian.
Sinyal perubahan arah politik Appi memang semakin kuat. Dua hari sebelum pengunduran diri, Appi diketahui bertemu dengan Alfian Mallarangeng di Makassar. Dalam pertemuan tersebut, Alfian secara terbuka mengajak Appi memperkuat Demokrat di Sulawesi Selatan.
Sementara itu, di hadapan IAS, Appi memilih menutup perjalanan politiknya di Golkar dengan cara yang relatif tenang. Ia menyerahkan surat pengunduran diri secara langsung dan menegaskan tidak bersedia ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar Makassar.
Dalam suratnya, Appi menyebut Golkar sebagai “rumah tempat saya ditempa”. Ia juga menegaskan keputusan tersebut diambil tanpa menyisakan ganjalan serta tetap menjaga hubungan personal dengan kader dan tokoh Golkar.
“Saya pamit sebagai kader, tetapi tidak sebagai kawan dan saudara,” tulis Appi dalam surat pengunduran dirinya.
Keputusan tersebut sekaligus menutup satu fase penting perjalanan politik Appi. Ia bergabung dengan Golkar pada 2020 dan setahun kemudian dipercaya memimpin DPD II Golkar Makassar. Di bawah kepemimpinannya, Golkar Makassar meraih enam kursi DPRD pada Pemilu 2024, meningkat dari lima kursi sebelumnya.
Kini, Appi berada di luar partai politik. Di satu sisi, ia menegaskan perpisahan dengan Golkar dilakukan secara baik-baik. Di sisi lain, Demokrat secara terbuka telah menyatakan pintunya terbuka.
Apakah langkah Appi berikutnya benar-benar menuju Demokrat? Jawabannya masih menunggu keputusan Appi sendiri. Namun satu hal sudah jelas: Appi telah meninggalkan Golkar, dan Demokrat kini berada paling dekat dengan babak baru perjalanan politiknya.(*)

















