Indonesia Eximbank Perkuat Ekspor Gerbong PT INKA

Indonesia Eximbank Perkuat Ekspor Gerbong PT INKA
FOTO: IST//EKSPOR. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank kembali mendukung ekspor industri strategis nasional dengan menyalurkan pembiayaan kepada PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA.
banner 468x60

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank kembali mendukung ekspor industri strategis nasional dengan menyalurkan pembiayaan kepada PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA, untuk pengiriman 340 unit Container Flat Top Wagon tipe SOW6 ke Selandia Baru. Dukungan tersebut merupakan kelanjutan kerja sama kedua pihak setelah pembiayaan ekspor serupa pada 2024.

Ekspor dilakukan berdasarkan kontrak PT INKA dengan UGL Rail Service Pty Limited, Australia, yang nantinya akan dioperasikan oleh KiwiRail di Selandia Baru. Pengiriman dilakukan dalam tiga tahap sepanjang 2026. Hingga Juli 2026, PT INKA telah mengirimkan 200 gerbong dari fasilitas produksinya di Madiun, Jawa Timur, termasuk sekitar 20 unit yang diberangkatkan pada 30–31 Juli lalu.

Untuk mendukung pelaksanaan kontrak tersebut, LPEI menyalurkan fasilitas Kredit Modal Kerja Ekspor dan Penugasan Khusus Ekspor Alat Transportasi (PKE ATP) senilai USD8,5 juta. Fasilitas itu menjadi dukungan kedua bagi PT INKA setelah sebelumnya LPEI memberikan pembiayaan dan penjaminan senilai total USD11,9 juta kepada INKA Multi Solusi pada 2024 untuk proyek ekspor gerbong ke negara yang sama.

Bacaan Lainnya

Direktur Pelaksana Bisnis I LPEI, Anton Herdianto, mengatakan dukungan tersebut merupakan wujud kehadiran negara melalui Kementerian Keuangan dalam memperkuat industri strategis nasional yang berorientasi ekspor. Menurutnya, fasilitas Penugasan Khusus Ekspor (PKE) diberikan untuk meningkatkan kapasitas industri nasional agar mampu bersaing di pasar global sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen sarana perkeretaapian berstandar internasional.

“Melalui fasilitas PKE, LPEI menjalankan mandat negara untuk memastikan produk manufaktur unggulan Indonesia, seperti yang dihasilkan PT INKA, terus memperluas penetrasi ke pasar global. Ekspor wagon ke Selandia Baru membuktikan bahwa produk industri nasional mampu memenuhi standar internasional yang ketat,” kata Anton dalam keterangan resminya, yang diterima Upeks di Makassar, Selasa (4/8/2026).

Sementara Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT INKA, Prihanto Herbowo, mengapresiasi dukungan pembiayaan dari LPEI yang dinilai berperan penting dalam kelancaran proyek ekspor tersebut. Hingga kini, PT INKA telah menyelesaikan produksi 250 unit gerbong dari total kontrak 340 unit sesuai target pengiriman yang telah ditetapkan.

Gerbong tipe SOW6 yang diekspor dirancang khusus untuk memenuhi spesifikasi teknis dan standar operasional perkeretaapian di Selandia Baru. Keberhasilan ekspor ini sekaligus memperkuat rekam jejak PT INKA di pasar internasional serta menunjukkan kemampuan rekayasa dan manufaktur industri perkeretaapian nasional dalam memenuhi kebutuhan pasar global.

LPEI menilai keberhasilan ekspor tersebut akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional melalui peningkatan utilisasi industri komponen dalam negeri, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan rantai pasok manufaktur. (*)

Pos terkait