KUR BRI Region 15 Makassar Didominasi Pertanian

KUR BRI Region 15 Makassar Didominasi Pertanian scaled
FOTO:IST//GENJOT. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 15 Makassar menggenjot penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2026.

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 15 Makassar menggenjot penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2026, khususnya di wilayah kerja yang meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.

Pada periode Januari–April 2026, penyaluran KUR BRI Region 15 Makassar telah mencapai Rp4,8 triliun lebih, atau 104,18% dari target sebesar Rp4,629 triliun. Kredit murah itu disalurkan kepada 94.289 debitur dengan dominasi penerima berasal dari segmen KUR Mikro.

Sementara sepanjang tahun 2025 lalu, BRI Region 15 Makassar mencatat penyaluran KUR sebesar Rp16,86 triliun, atau 115,12% dari target penyaluran sebesar Rp14,65 triliun.

Bacaan Lainnya

Regional Mikro Banking Head (RMBH) BRI Region 15 Makassar, Iwan Supriyanto menjelaskan, penyaluran KUR tahun ini masih difokuskan untuk mendorong pertumbuhan UMKM produktif, khususnya di sektor pertanian yang menjadi penyumbang terbesar.

“Penyaluran KUR paling dominan masih berada di sektor pertanian dengan nilai mencapai Rp2,39 triliun atau sekitar 49,60% dari total penyaluran KUR hingga April 2026,” ungkap Iwan, kemarin.

Selain sektor pertanian, penyaluran KUR juga terserap pada sektor perdagangan sebesar Rp1,17 triliun atau 24,39%, sektor jasa Rp942,12 miliar atau 19,53%, perikanan Rp165,18 miliar atau 3,42%, serta industri pengolahan Rp147,69 miliar atau 3,06%.

Iwan menjelaskan, mayoritas penerima KUR masih berasal dari segmen KUR Mikro dengan jumlah mencapai 92.851 debitur atau sekitar 98%, sedangkan KUR Kecil sebanyak 1.438 debitur atau 2%.

Lebih lanjut, Iwan menguraikan, kemudahan akses pembiayaan menjadi salah satu bentuk komitmen BRI dalam mendorong UMKM naik kelas.

Meski terus memperluas penyaluran KUR, di sisi lain BRI tetap mampu menjaga kualitas pembiayaan, agar rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tetap terkendali. Tercatat hingga April 2026, total NPL KUR di BRI Region 15 Makassar sebesar 2,01%. Rinciannya NPL KUR Mikro 2,4% dan KUR Kecil 1,6%.

Menurut Iwan, angka tersebut masih berada di bawah ambang batas ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 3%. Untuk menjaga kualitas kredit, BRI melakukan berbagai langkah mulai dari edukasi kepada calon debitur, kunjungan langsung ke lokasi usaha, hingga peningkatan kapasitas petugas lapangan, seperti Mantri dan Relationship Manager Mikro.

“Makanya sebelum diberikan, kami juga ada kunjungan ke UMKM-nya. Sebelum penandatanganan, kami berikan edukasi terlebih dahulu,” jelasnya.

Sementara Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Region 15 Makassar, D. Argo Prabowo menegaskan, BRI tidak hanya menjalankan fungsi sebagai penyalur KUR, tetapi juga memiliki tanggung jawab mendukung program pemerintah dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Karena itu, Argo menilai bahwa sinergi dengan media sangat penting, sehingga semua informasi positif terkait pertumbuhan ekonomi, serta program penguatan UMKM dapat tersampaikan lebih luas kepada masyarakat. (*)

Pos terkait