RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — BYD Motor Indonesia terus memperkuat penetrasi kendaraan listrik di pasar otomotif nasional melalui penyegaran lini BYD ATTO 1 serta menghadirkan varian baru guna menjawab tingginya antusiasme masyarakat terhadap mobil listrik di Indonesia.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi BYD dalam memperluas akses kendaraan listrik yang lebih terjangkau sekaligus mempercepat transisi menuju ekosistem transportasi rendah emisi di Tanah Air.
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan penyegaran produk dilakukan untuk menghadirkan pilihan mobilitas listrik yang semakin relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
Menurutnya, tren kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi energi, teknologi ramah lingkungan, dan biaya operasional kendaraan yang lebih rendah. “BYD ingin menghadirkan kendaraan listrik yang tidak hanya inovatif dari sisi teknologi, tetapi juga semakin mudah diakses dan mendukung mobilitas masyarakat sehari-hari,” ujarnya.
Sejak diperkenalkan di pasar nasional, BYD ATTO 1 dinilai berhasil menarik perhatian konsumen di segmen kendaraan listrik perkotaan. Mobil ini juga telah memperoleh sejumlah penghargaan bergengsi di industri otomotif Indonesia.
Beberapa di antaranya adalah penghargaan Best Compact EV pada GridOto Awards 2025, Inspiring EV City Car of The Year dari Indonesia Automotive Awards iNews, serta Best EV City Car dalam ajang IIMS 2026.
Secara global, BYD Company Limited dikenal sebagai salah satu perusahaan teknologi dan manufaktur kendaraan energi baru terbesar di dunia. Perusahaan yang didirikan oleh Wang Chuanfu pada 1995 tersebut berbasis di Shenzhen, Guangdong, Tiongkok, dan saat ini telah membangun lebih dari 30 kawasan industri di berbagai negara.
BYD mengembangkan empat lini bisnis utama yang mencakup kendaraan listrik, sistem transportasi rel, perangkat elektronik, serta solusi energi terbarukan. Hingga November 2025, perusahaan tersebut tercatat telah menjual lebih dari 14,7 juta unit kendaraan energi baru secara global dan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar kendaraan energi baru dunia.(*)












