RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR – Proses Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Sulawesi Selatan memasuki tahap akhir.
Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin kini telah mengantongi seluruh nama kandidat Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) hasil Muscab di 24 kabupaten/kota se-Sulsel. Tahapan selanjutnya adalah penetapan nama-nama yang akan dipercaya memimpin PKB di daerah masing-masing.
Sekretaris DPW PKB Sulsel, Muhammad Haekal, mengatakan hasil uji kelayakan dan kepatutan (UKK) yang dilaksanakan di tingkat provinsi telah diserahkan kepada DPP PKB sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan ketua DPC terpilih. “Nama-nama kandidat Ketua DPC kabupaten dan kota sudah ada di DPP. Hasil penilaian UKK yang dilakukan DPW juga sudah kami serahkan,” ujar Haekal, Minggu (7/6/2026).
Menurut Haekal, pengumuman ketua DPC terpilih ditargetkan paling lambat pertengahan Juni 2026. Setelah itu, para ketua terpilih akan dilantik secara serentak pada Juli 2026 di Jakarta.
Ia menjelaskan, pengumuman hasil Muscab kemungkinan besar dilakukan secara daring melalui Zoom dengan melibatkan seluruh daerah. Sementara prosesi pelantikan akan dipusatkan di Jakarta.
Persaingan menuju kursi Ketua DPC PKB di Sulsel terbilang ketat. Puluhan kandidat dari 24 kabupaten/kota telah mengikuti seluruh rangkaian seleksi yang disiapkan partai.
Tahapan seleksi diawali dengan asesmen psikologi yang melibatkan akademisi Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM). Setelah itu, para kandidat mengikuti fit and proper test yang dipimpin langsung oleh tim DPP PKB.
Haekal mengatakan seleksi tersebut dilakukan untuk memastikan partai mendapatkan figur yang siap bekerja, mampu membangun organisasi, serta memiliki komitmen memperkuat struktur partai hingga tingkat paling bawah.“Tahap ini merupakan fit and proper test langsung oleh DPP PKB,” katanya.
Ia menjelaskan, setiap kandidat diminta menyiapkan komitmen program, rancangan kepengurusan, serta strategi pengembangan partai. Seluruh materi tersebut kemudian didalami oleh tim penguji dari DPP PKB.
Fokus utama penilaian, lanjut Haekal, adalah kemampuan kandidat dalam meyakinkan DPP terkait kesiapan membangun organisasi hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.“Yang dicari bukan hanya figur yang populer, tetapi juga yang siap bekerja dan mampu mengonsolidasikan kekuatan partai,” tandasnya.(*)











