RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR – Kalla Land & Property resmi memulai pembangunan tahap pertama kawasan hunian terbarunya di kawasan Tanjung Bunga, Makassar, Senin (29/6/2026). Proyek seluas 34 hektare ini dirancang sebagai kawasan terpadu berkonsep green township yang ditargetkan menjadi yang pertama di Indonesia Timur.
Chief Executive Officer Kalla Land & Property, Ricky Theodores, mengatakan proyek tersebut telah dipersiapkan selama hampir dua tahun dengan melibatkan sejumlah konsultan nasional maupun internasional.
Dia menilai, kawasan ini tidak hanya menghadirkan perumahan, tetapi juga menciptakan standar baru pengembangan kawasan hunian di Makassar.
“Kami ingin menghadirkan sebuah konsep kawasan dengan standar yang benar-benar baru, khususnya di Makassar dan Indonesia Timur. Kawasan ini tidak hanya membangun rumah, tetapi mengintegrasikan hunian, lingkungan, konektivitas, dan nilai investasi,” ujar Ricky.
Dia menjelaskan, pengembangan kawasan didasarkan pada empat pilar utama, yakni kualitas hunian, lingkungan yang nyaman dan berkelanjutan, konektivitas yang baik, serta potensi investasi yang terus bertumbuh.
Pembangunan tahap pertama dimulai di atas lahan sekitar 5 hektare sebagai bagian awal dari total pengembangan kawasan seluas 34 hektare. Secara keseluruhan, proyek ini akan dibangun dalam empat tahap.
Salah satu keunggulan yang diusung adalah target memperoleh sertifikasi Green Township. Ricky mengungkapkan, hingga kini baru tiga kawasan di Indonesia yang berhasil mengantongi sertifikasi tersebut. Karena itu, Kalla Land & Property optimistis menjadi pelopor kawasan green township di Indonesia Timur.
“Sejak tahap perencanaan kami sudah menetapkan target agar kawasan ini menjadi green township pertama di Indonesia Timur. Ini bukan hanya tentang bangunan hemat energi, tetapi bagaimana seluruh kawasan dirancang secara berkelanjutan,” katanya.
Komitmen terhadap konsep ramah lingkungan diwujudkan melalui penyediaan ruang terbuka hijau berupa green loop sepanjang lebih dari 2,5 kilometer yang mengelilingi kawasan. Jalur tersebut dirancang untuk mendukung gaya hidup sehat melalui aktivitas jogging, bersepeda, hingga ruang bermain keluarga.
Tidak hanya itu, kawasan ini juga mengadopsi konsep 15-minute city, yang memungkinkan penghuni menjangkau berbagai kebutuhan sehari-hari, seperti tempat kerja, sekolah, pusat perbelanjaan, fasilitas kesehatan, hingga area rekreasi dalam waktu sekitar 15 menit dengan berjalan kaki atau bersepeda.
Menurut Ricky, konsep tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan bermotor.
Dia menambahkan, pengembangan kawasan seluas 34 hektare ini membutuhkan waktu panjang dan kolaborasi berbagai pihak. Untuk itu, Kalla Land & Property menggandeng sejumlah konsultan berpengalaman untuk memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Kami berharap pembangunan tahap pertama ini menjadi tonggak lahirnya kawasan hunian berkelanjutan yang menjadi kebanggaan Kota Makassar dan Indonesia Timur,” tutup Ricky. (*)











