RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR – Nilai Tukar Petani (NTP) gabungan Provinsi Sulawesi Selatan pada Juni 2026 tercatat sebesar 118,80, atau meningkat 0,42% dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 118,30. Kenaikan tersebut menunjukkan adanya perbaikan daya beli petani di Sulsel selama periode tersebut.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel, Aryanto, mengatakan peningkatan NTP pada Juni 2026 didorong oleh membaiknya kinerja sejumlah subsektor pertanian, terutama hortikultura dan tanaman perkebunan rakyat.
Berdasarkan data BPS Sulsel, NTP Subsektor Tanaman Pangan tercatat sebesar 112,84, Subsektor Hortikultura 150,74, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat 134,69, Subsektor Peternakan 106,28, dan Subsektor Perikanan 121,21.
Aryanto menjelaskan, dari lima subsektor pertanian yang dipantau, tiga subsektor mengalami kenaikan NTP dibandingkan bulan sebelumnya.
Subsektor Hortikultura mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4,57%, diikuti Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat yang naik 2,21%, serta Subsektor Perikanan yang meningkat 0,27%.
Sementara itu, dua subsektor lainnya mengalami penurunan NTP. Subsektor Tanaman Pangan turun 0,20%, sedangkan Subsektor Peternakan mencatat penurunan sebesar 2,53% dibandingkan Mei 2026.
“Secara umum, kenaikan NTP gabungan pada Juni 2026 menunjukkan kondisi daya beli petani di Sulawesi Selatan mengalami perbaikan. Peningkatan ini terutama ditopang oleh naiknya NTP pada subsektor hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, dan perikanan,” terang Aryanto dalam konferensi pers via YouTube resmi BPS Sulsel.
Menurut Aryanto, perkembangan NTP menjadi salah satu indikator penting untuk melihat tingkat kesejahteraan petani, karena mencerminkan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani. (*)











