RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR –Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di seluruh wilayah Sulawesi mulai 1 Juli 2026 pukul 00.00 WITA.
Penyesuaian ini membuat harga BBM jenis diesel dan gasoline beroktan tinggi menjadi lebih murah, sementara harga Pertamax, Pertalite, dan Biosolar tetap.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian harga dilakukan melalui evaluasi berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, aspek fiskal, serta kondisi daya beli masyarakat.
“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Langkah ini juga telah dikoordinasikan dengan pemerintah,” ujar Kitty.
Penurunan paling besar terjadi pada Pertamina Dex yang turun Rp3.700 per liter atau 14,60 persen, dari Rp25.350 menjadi Rp21.650 per liter. Sementara Dexlite turun Rp3.350 per liter atau 14,26 persen menjadi Rp20.150 per liter.
Adapun Pertamax Turbo (RON 98) kini dibanderol Rp19.750 per liter, turun Rp1.450 atau 6,84 persen dari harga sebelumnya Rp21.200 per liter.
Di sisi lain, Pertamax (RON 92) tetap dijual Rp16.650 per liter. Begitu pula Pertalite bertahan di Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi tetap Rp6.800 per liter untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat.
Kitty menjelaskan, selain menghadirkan harga yang lebih kompetitif, Pertamina juga memastikan kualitas BBM tetap sesuai spesifikasi agar memberikan performa kendaraan yang optimal sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar.
Dia menilai, penyesuaian harga ini diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pengguna BBM nonsubsidi di wilayah Sulawesi. (*)











