Hadirkan Makkah Route, Bandara Sultan Hasanuddin Permudah CJH

Bandara Sultan Hasanuddin Permudah CJH scaled
FOTO: IST//COUNTER. Layanan Mecca Route kini tersedia di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin untuk mempermudah proses keimigrasian jemaah haji.

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menyatakan kesiapan penuh dalam melayani keberangkatan calon jemaah haji (CJH) musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Tahun ini menjadi tonggak baru, karena untuk pertama kalinya bandara di wilayah Indonesia Timur ini menghadirkan layanan Makkah Route (Fast Track).

Layanan tersebut memungkinkan seluruh proses keimigrasian Arab Saudi diselesaikan di Indonesia. Dengan begitu, setibanya di Tanah Suci, jemaah tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan paspor dan bisa langsung menuju transportasi menuju pemondokan.

General Manager Bandara Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, memastikan seluruh persiapan telah rampung. Kehadiran Makkah Route menjadi bentuk peningkatan layanan sekaligus kemudahan bagi jemaah.”Untuk mendukung implementasi ini, manajemen menyiapkan tujuh counter khusus di area keberangkatan,” pungkas dia.

Bacaan Lainnya

Counter tersebut, sebut dia, digunakan untuk mempercepat proses verifikasi dokumen oleh otoritas Arab Saudi sebelum keberangkatan. “Begitu tiba di Jeddah atau Madinah, jemaah tidak perlu lagi antre pemeriksaan paspor. Semua proses sudah selesai di Indonesia, sehingga jemaah bisa langsung beribadah dengan lebih nyaman,” ujarnya.

Sebelumnya, layanan Makkah Route hanya tersedia di tiga bandara besar di Indonesia, yakni Surabaya, Jakarta, dan Solo. Tahun ini, Makassar resmi bergabung sebagai salah satu bandara penyelenggara, didukung kesiapan infrastruktur serta tingginya jumlah jemaah dari kawasan Indonesia Timur.

Di sisi fasilitas, pihak bandara juga menyiapkan area holding yang dilengkapi mushala dan toilet terpisah untuk pria dan wanita. Melalui sistem ini, waktu tunggu jemaah ditargetkan lebih singkat, yakni sekitar 30 menit sebelum proses pengecapan paspor.

“Perhatian khusus turut diberikan kepada jemaah lanjut usia yang mencapai sekitar 30 persen dari total CJH. Seluruh petugas, mulai dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), maskapai, hingga ground handling, disiagakan untuk memberikan layanan prioritas dan pendampingan,” imbuh dia.

Penerbangan perdana kloter pertama dijadwalkan berangkat pada Rabu dini hari, 22 April 2026, dengan rute langsung Makassar–Madinah. “Selain itu, aspek keamanan juga diperketat. Sebanyak 33 personel Airport Security ditempatkan di Asrama Haji Makassar untuk melakukan pemeriksaan bagasi sejak awal keberangkatan,” jelas dia .

Manajemen bandara menegaskan, seluruh aspek operasional telah dipersiapkan secara maksimal. Koordinasi intensif pun terus dilakukan bersama Kementerian Agama Republik Indonesia wilayah Sulawesi Selatan dan pihak maskapai.

“Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, operasional haji tahun ini diharapkan berjalan aman, tertib, dan lancar, baik pada fase keberangkatan maupun kepulangan jemaah,” kuncinya.(*)

Pos terkait