Makassar Serap 52,16% Kredit Produktif

Makassar Serap 5216 Kredit Produktif scaled
FOTO: //PRODUKTIF. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar mencatat, periode Januari 2026 pangsa kredit mencapai kontribusi 52,16% atau setara Rp47,51 triliun dari total kredit produktif sebesar Rp91,50 triliun.

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Kota Makassar menjadi daerah terbesar yang menyerap kredit produktif per Januari 2026 lalu. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar mencatat, pada periode tersebut, pangsa kredit mencapai kontribusi 52,16% atau setara Rp47,51 triliun dari total kredit produktif sebesar Rp91,50 triliun.

Di bawah Makassar, penyaluran kredit terbesar berikutnya tercatat di Palopo dengan porsi 7,05% dan Parepare sebesar 4,15%. Sejumlah daerah lain seperti Bulukumba, Luwu Utara, dan Bone juga mencatat kontribusi yang relatif merata, meski masih jauh di bawah dominasi Makassar sebagai pusat ekonomi di Sulsel.

Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, menjelaskan, tingginya kredit produktif di Makassar tidak terlepas dari aktivitas ekonomi dan bisnis yang lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Menurutnya, pergerakan kredit di Makassar ini sangat memengaruhi kinerja kredit secara keseluruhan di Sulsel.

Bacaan Lainnya

“Selama ini yang menjadi perhatian kami adalah perdagangan besar. Karena kalau sektor ini turun atau naik drastis, dampaknya akan sangat besar terhadap keseluruhan kredit,” jelas Muchlasin, belum lama ini.

Dari sisi sektoral, kredit konstruksi di Sulsel masih menunjukkan tekanan. Per Januari 2026, kredit sektor ini tercatat sebesar Rp4,97 triliun atau terkontraksi 9,18% secara tahunan (yoy). Penurunan tersebut disebut telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir dan berlanjut hingga awal tahun ini.

“Untuk konstruksi memang beberapa bulan terakhir, mulai dari tahun lalu sampai awal tahun 2026 masih melanjutkan angka penurunan. Lumayan koreksinya sekitar 9%,” ungkapnya.

Selain konstruksi, beberapa sektor lain juga mengalami kontraksi, di antaranya jasa kemasyarakatan, sosial dan budaya yang turun 7,85% (yoy), serta sektor listrik, air, dan gas yang terkontraksi 9,10% (yoy).

Meski demikian, perbaikan terlihat pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 5,08% (yoy), mencerminkan mulai pulihnya aktivitas masyarakat. (*)

Pos terkait