Arifin Manggau Buka Perebutan Kursi Rektor UNM

PINGGIR PILREK
FOTO: IST//BAKAL CALON. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr. Arifin Manggau, S.Pd., M.Pd., resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai Bakal Calon Rektor UNM periode 2027-2031.
banner 468x60

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — WAKIL Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr. Arifin Manggau, S.Pd., M.Pd., resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai Bakal Calon Rektor UNM periode 2027-2031.

Arifin menjadi pendaftar pertama pada hari pembukaan pendaftaran yang berlangsung di Lantai 14 Menara Pinisi UNM, Senin (21/9/2026). Usai menyerahkan berkas pendaftaran, Arifin menyampaikan alasannya mendaftar lebih awal.

Ia menegaskan, langkah tersebut bukan sekadar untuk menjadi pendaftar pertama, tetapi untuk menunjukkan keseriusan dan kesiapan dalam mengikuti proses pemilihan rektor. “Saya mendaftar sebagai calon rektor lebih awal bukan semata-mata soal siapa yang pertama, tetapi sebagai bagian dari ikhtiar untuk menunjukkan keseriusan dan kesiapan membawa UNM ke depan,” kata Arifin dalam jumpa pers usai pendaftaran.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kebersamaan menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong kemajuan UNM. Karena itu, ia tidak ingin membangun dukungan berdasarkan kelompok atau kepentingan sektoral yang berpotensi menciptakan sekat di lingkungan kampus.

“Saya tidak ingin membangun tim yang bersifat sektarian atau membentuk kelompok-kelompok yang justru berpotensi membuat kita terpecah. Saya ingin semua elemen di UNM merasa memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk bersama-sama membangun kampus,” ujarnya.

Arifin membawa spirit “Sama-samaKi, Spirit Kebersamaan” dalam pencalonannya. Menurut dia, perbedaan pandangan maupun latar belakang di lingkungan akademik merupakan hal yang wajar, sepanjang seluruh elemen kampus tetap memiliki tujuan yang sama.

Selain membangun sinergi di internal kampus, Arifin juga ingin memperkuat hubungan UNM dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.

Ia memandang perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui kekuatan akademik, riset, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Kampus harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah, ikut mengawal dan memberikan kontribusi terhadap program-program pembangunan, khususnya melalui kekuatan akademik, inovasi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)

Pos terkait