RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menjadi bintang di sektor perbankan setelah mencatat kenaikan tertinggi pada perdagangan hari ini. Emiten bank syariah terbesar di Indonesia tersebut melesat 170 poin atau 9,77% ke level 1.910, mengungguli penguatan saham-saham perbankan lainnya yang juga bergerak di zona hijau.
Reli saham BRIS didukung tingginya aktivitas transaksi. Sebanyak 64,8 juta saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp116,6 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 15.134 kali. Antrean beli yang masih dominan menjelang penutupan perdagangan turut mencerminkan tingginya minat investor terhadap saham tersebut.
Penguatan BRIS terjadi di tengah membaiknya sentimen pasar modal domestik. Setelah mencatat aksi jual bersih (net sell) dalam jumlah besar sejak awal tahun, investor asing mulai kembali masuk ke pasar saham Indonesia. Pada perdagangan Kamis (16/7/2026), investor asing membukukan pembelian bersih sebesar Rp1,22 triliun dan tren tersebut masih berlanjut pada sesi pertama Jumat (17/7/2026).
Arus dana asing yang kembali mengalir ke saham-saham perbankan besar ikut mengangkat optimisme pasar terhadap sektor keuangan, termasuk BRIS. Kondisi ini turut menopang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah mencatat kenaikan selama lima hari perdagangan berturut-turut.
Selain didukung sentimen pasar, kinerja fundamental BRIS juga menjadi faktor utama yang mendorong optimisme investor. Pada kuartal I 2026, perseroan membukukan laba bersih Rp2,2 triliun atau tumbuh 17,1% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan laba ditopang ekspansi pembiayaan sebesar 14,4% secara tahunan, peningkatan Net Interest Margin (NIM) menjadi 5,6% dari sebelumnya 5,3%, serta penurunan beban provisi sebesar 6,8 persen.
Dari sisi pendanaan, BRIS juga mencatat pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 21,4%. Tabungan meningkat 20%, sedangkan giro tumbuh 24%, mencerminkan semakin kuatnya basis pendanaan perseroan.
Analis Ciptadana Sekuritas Asia menilai prospek BRIS tetap menarik, terutama karena didukung penguatan ekosistem haji dan bisnis emas. Jumlah nasabah haji meningkat 20% menjadi 6,7 juta orang, sementara nasabah layanan emas melonjak 46% menjadi 762 ribu. Atas dasar tersebut, Ciptadana mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp2.900 per saham.
Investor Relation BSI, Rizky Budinanda, mengatakan lonjakan harga saham BRIS menunjukkan tingginya kepercayaan pasar terhadap prospek perseroan. Meski demikian, ia mengingatkan investor tetap mencermati sejumlah tantangan, seperti tekanan biaya dana serta potensi dilusi akibat pemenuhan ketentuan free float minimum.
“Meski mencatat lonjakan tajam hari ini, saham BRIS masih berada dalam fase pemulihan setelah mengalami koreksi cukup dalam selama setahun terakhir. Risiko-risiko tersebut tetap perlu menjadi perhatian investor,” ujarnya.
Ia menambahkan, kombinasi antara membaiknya arus dana asing dan fundamental perusahaan yang tetap kuat menjadi sinyal positif bahwa minat investor terhadap saham BRIS masih tinggi di tengah pemulihan pasar modal nasional.
“Pergerakan saham BRIS hari ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek bank syariah terbesar di Indonesia masih terjaga, seiring membaiknya kondisi pasar dan kinerja perusahaan yang tetap solid,” pungkas Rizky. (*)












