Wawan Mattaliu Target PKB Raih Kursi di Semua Dapil Maros

Wawan Target PKB Raih Kursi di Semua Dapil Maros
Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menunjuk Wawan Mattaliu sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Maros.

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menunjuk Wawan Mattaliu sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Maros.

Mantan anggota DPRD Sulawesi Selatan itu menggantikan H Havied S Pasha yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Sulsel periode 2024–2029. Penetapan Wawan diumumkan bersamaan dengan penunjukan 21 ketua DPC PKB kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Selatan.

Bagi Wawan Mattaliu, amanah tersebut bukan sekadar pergantian kepemimpinan. Ia mengemban tugas besar untuk mengembalikan kekuatan politik PKB di Kabupaten Maros setelah partai itu kehilangan satu kursi pada Pemilu Legislatif 2024.

Bacaan Lainnya

Pada Pemilu 2019, PKB berhasil meraih empat kursi di DPRD Maros. Namun, pada Pemilu 2024, perolehan kursi menurun menjadi tiga. Kondisi itu menjadi tantangan awal bagi Wawan untuk membangun kembali mesin partai menjelang Pemilu 2029.

“Alhamdulillah, saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan DPP PKB. Tentu ini amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” kata Wawan Mattaliu kepada wartawan.

Wawan menegaskan, PKB Maros tidak ingin sekadar mempertahankan capaian saat ini. Ia langsung memasang target tinggi pada pemilu mendatang.

PKB Maros menargetkan mampu meraih kursi di seluruh daerah pemilihan (dapil) yang ada di Kabupaten Maros. Diketahui, terdapat enam dapil dalam Pemilu DPRD Kabupaten Maros.“Insya Allah, mudah-mudahan targetnya bisa mengisi semua dapil. Itu target kami ke depan,” ujarnya.

Menurut Wawan, target tersebut dapat tercapai jika konsolidasi partai dilakukan sejak dini dan menyentuh masyarakat hingga tingkat bawah.

Saat ini, ia fokus menyusun struktur kepengurusan DPC PKB Maros. Komposisi kepengurusan nantinya akan memadukan pengalaman kader lama dengan energi baru dari kalangan eksternal. “Sementara kita susun struktur kepengurusan. Kurang lebih 50 persen pengurus lama dan 50 persen wajah baru,” katanya.

Meski demikian, posisi sekretaris dan bendahara DPC PKB Maros masih dalam proses pembahasan bersama tim formatur dan tim lima dari DPW PKB Sulawesi Selatan.“Saya ini hanya dimandatir sebagai formatur. Nanti bersama tim lima DPW yang akan menuntaskan keseluruhan struktur kepengurusan,” jelasnya.

Wawan memastikan kepengurusan PKB Maros tidak hanya diisi kader internal partai. Ia membuka ruang bagi tokoh-tokoh eksternal yang memiliki visi sama untuk membesarkan PKB. Bahkan, sejumlah figur dari berbagai latar belakang politik telah menyatakan kesediaannya bergabung. “Ada beberapa teman dari lintas partai yang punya ikhtiar bergabung. Alhamdulillah sudah ada yang mengonfirmasi kesediaannya menjadi pengurus,” ujarnya.

Selain itu, PKB juga akan memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda sebagai bagian dari regenerasi partai. Meski dikenal sebagai partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU), Wawan menegaskan PKB merupakan partai terbuka yang memberi kesempatan kepada seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi.

“Ada juga teman-teman kader Muhammadiyah yang ikut bergabung. PKB memang dilahirkan oleh NU, tetapi PKB milik semua masyarakat Indonesia,” katanya.

Menurut Wawan, keterbukaan tersebut menjadi modal penting untuk memperluas basis dukungan partai menjelang Pemilu 2029.

Wakil Ketua PKB Sulsel itu juga mengakui tantangan partai politik saat ini semakin besar. Salah satunya adalah menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik.“Tantangannya besar. Hari ini krisis kepercayaan publik terhadap partai politik cukup tinggi. Itu bukan hanya tantangan PKB, tetapi hampir semua partai,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai PKB harus bekerja lebih keras membangun kembali kedekatan dengan masyarakat melalui penguatan silaturahmi bersama tokoh agama, tokoh pemuda, dan berbagai kelompok sosial lainnya. “Artinya kita harus turun sampai ke akar rumput, membangun komunikasi dan pendekatan persuasif dengan masyarakat,” katanya.

Meski mulai memetakan figur potensial untuk Pemilu mendatang, Wawan menegaskan fokus utama saat ini adalah menyelesaikan struktur kepengurusan.

Setelah pelantikan, PKB Maros akan bergerak lebih luas melakukan konsolidasi politik dan penjaringan tokoh potensial. “Prosesnya berjalan simultan. Struktur kita bangun sambil mengidentifikasi tokoh-tokoh potensial ke depan. Tetapi saat ini prioritas kami adalah menyelesaikan kepengurusan,” ujarnya.

Wawan mengungkapkan, para ketua DPC PKB yang baru ditetapkan DPP akan dilantik secara serentak di Jakarta. Pelantikan tersebut dijadwalkan bertepatan dengan Hari Lahir PKB pada 22 Juli 2026. “Insya Allah pelantikan bersamaan dengan hari jadi PKB tanggal 22 Juli nanti. Rencananya dilaksanakan serentak di Jakarta sesuai arahan DPP,” tandasnya.(*)

Pos terkait