RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Kinerja transaksi e-Commerce di Sulawesi Selatan pada tiga bulan terakhir 2025, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, dalam laporan perekonomian Sulsel memaparkan, nominal transaksi pada periode tersebut tercatat tumbuh sebesar 27,3% secara tahunan (yoy), menjadi Rp3,7 triliun.
“Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan volume transaksi e-Commerce, yang juga meningkat sebesar 27,0% (yoy) menjadi 34,6 juta transaksi sepanjang periode tersebut,” urai Rizki.
Lebih lanjut, Rizki mengaku bahwa, pertumbuhan ini mencerminkan semakin kuatnya adopsi digital oleh masyarakat dalam aktivitas perdagangan, baik dari sisi pelaku usaha maupun konsumen.
“Hal ini juga menunjukkan peran e-Commerce, yang semakin penting dalam mendorong aktivitas ekonomi daerah,” katanya.
Dari sisi metode pembayaran, Rizki menjelaskan, pembayaran tunai atau Cash on Delivery (COD), masih menjadi pilihan utama masyarakat dengan porsi sebesar 47,3%.
Sementara itu, metode pembayaran non tunai juga terus berkembang, di antaranya transfer bank sebesar 18,2%, kredit tanpa kartu sebesar 15,4%, dan uang elektronik (e-money) sebesar 9,3%.
Ke depan, sambung Rizki, Bank Indonesia akan terus mendorong akselerasi digitalisasi sistem pembayaran, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan di Sulsel. (*)












