OJK Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan di Barru

OJK PINGGIR 2
FOTO: IST//LITERASI. Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris saat berada di Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Masiga Tower, Kabupaten Barru.

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) bersama Anggota Komisi XI DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Barru memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui kegiatan Edukasi Keuangan, untuk Masyarakat Cerdas Finansial Menuju Kesejahteraan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan di Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Masiga Tower, Kabupaten Barru.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 350 peserta yang terdiri atas guru, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), pendamping desa, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tokoh masyarakat, serta masyarakat umum. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan, sekaligus memperluas akses terhadap layanan jasa keuangan formal.

Program tersebut merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), sekaligus mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Melalui kolaborasi antara OJK, DPR RI, pemerintah daerah, dan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya mengelola keuangan secara sehat serta mampu memanfaatkan produk dan layanan keuangan sesuai kebutuhan.

Bacaan Lainnya

Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengatakan dukungan Komisi XI DPR RI menjadi bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan mandat OJK untuk meningkatkan kecakapan finansial masyarakat, sekaligus memperluas akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal.

Menurutnya, tantangan sektor jasa keuangan saat ini tidak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan, tetapi juga memperkuat pemahaman mengenai manfaat, risiko, biaya, hak, dan kewajiban sebagai konsumen jasa keuangan.

“Literasi keuangan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang cakap finansial. Melalui pemahaman yang memadai, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan, serta terlindungi dari berbagai modus aktivitas keuangan ilegal yang semakin berkembang di era digital,” kata Muchlasin dalam keterangan resminya, kemarin.

Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, menilai peningkatan literasi keuangan merupakan instrumen strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Menurutnya, masyarakat yang memahami pengelolaan keuangan, memanfaatkan pembiayaan secara produktif, serta menggunakan layanan jasa keuangan formal secara bijaksana memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, mengembangkan usaha, dan memperkuat perekonomian daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, mengapresiasi konsistensi OJK Sulselbar dalam menghadirkan berbagai program edukasi keuangan di Kabupaten Barru.

Ia menegaskan Pemkab Barru berkomitmen memperkuat sinergi dengan OJK guna memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang legal, aman, dan bermanfaat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

Pos terkait