Kinerja Dunia Usaha Diproyeksi Meningkat di Triwulan II 2026

Kinerja Dunia Usaha Diproyeksi Meningkat di Triwulan II 2026
FOTO: IST//MENINGKAT. Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia menunjukkan kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan I 2026 tetap terjaga.

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan I 2026 tetap terjaga. Hal ini tercermin dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia, yang mencatat Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,11%.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Anton Pitono, menjelaskan, kinerja positif tersebut ditopang oleh mayoritas lapangan usaha yang mencatatkan pertumbuhan. “Di antaranya sektor jasa keuangan, pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, serta perdagangan besar dan eceran. Termasuk reparasi mobil dan motor,” papar Anton dalam keterangan resminya, kemarin.

Menurut Anton, capaian ini sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) pada triwulan I 2026.

Bacaan Lainnya

Momentum tersebut meliputi Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Selain itu, mulai berlangsungnya musim panen sejumlah komoditas pertanian juga turut mendorong aktivitas ekonomi.

Dari sisi produksi, kapasitas terpakai dunia usaha tercatat sebesar 73,33%. Angka ini meningkat dibandingkan triwulan IV 2025 yang sebesar 73,15%. Kenaikan tersebut terutama didukung oleh sektor pertanian serta industri pengolahan.

Anton juga menjelaskan, kondisi keuangan dunia usaha masih berada dalam kategori baik. Hal ini terlihat dari aspek likuiditas dan rentabilitas yang tetap terjaga, serta akses kredit yang dinilai semakin mudah.

Memasuki triwulan II 2026, BI memproyeksikan kinerja dunia usaha akan semakin meningkat. Hal ini tercermin dari proyeksi SBT sebesar 14,80%.

Peningkatan tersebut diperkirakan bersumber dari berlanjutnya musim panen di sektor pertanian, meningkatnya aktivitas pertambangan seiring penurunan curah hujan, serta mulai bergulirnya berbagai proyek di sektor konstruksi. “Kondisi ini diharapkan dapat terus memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya. (*)

Pos terkait