ISFO 2026 Diikuti 11.952 Peserta, OJK Dorong Generasi Muda Melek Keuangan Syariah

OJK Dorong Generasi Muda Gerakkan Ekonomi Syariah
FOTO: IST //GENERASI MUDA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah dengan mendorong generasi muda memahami prinsip, produk dan layanan keuangan syariah.
banner 468x60
  • Generasi muda Muslim didorong tak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menciptakan usaha dan inovasi bernilai tambah.
  • Mengusung tema Learn, Innovate, Elevate, ISFO 2026 mempertemukan edukasi keuangan syariah dengan kreativitas generasi muda.
  • Literasi keuangan syariah diperkuat melalui kompetisi dan edukasi interaktif yang menyasar pelajar serta generasi muda Indonesia.

RUANGAKSELERASI.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah dengan mendorong generasi muda memahami prinsip, produk dan layanan keuangan syariah. Upaya tersebut dilakukan melalui program edukasi yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik generasi muda.

Bacaan Lainnya

Salah satunya melalui Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 yang menjadi wadah pembelajaran, kompetisi dan pengembangan kapasitas generasi muda di bidang keuangan syariah. Puncak ISFO 2026 mengusung tema Learn, Innovate, Elevate dan digelar di Aula Kemendikdasmen, Jakarta, belum lama ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, ISFO tidak hanya mengasah pengetahuan peserta, tetapi mendorong mereka menerapkan pemahaman tersebut melalui gagasan dan inovasi ekonomi.

Tahun ini, ISFO diikuti 11.952 peserta yang tergabung dalam 4.030 tim dari seluruh Indonesia, meningkat masing-masing sekitar 12% dan 15% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Melalui lomba cerdas cermat keuangan syariah, para peserta mengasah pengetahuan dan pemahaman mereka. Melalui kompetisi Wirausaha Muda Syariah, pemahaman tersebut diterapkan menjadi gagasan, inovasi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Dicky.

Dicky menekankan, capaian utama ISFO bukan hanya menjadi juara, tetapi proses belajar yang membentuk generasi muda yang cakap memahami keuangan, bijak menentukan pilihan, produktif menciptakan nilai tambah serta terlindungi dari berbagai risiko dan penipuan dalam ekosistem keuangan digital.

Sementara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, generasi muda Muslim Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perkembangan ekonomi syariah. Menurutnya, penguatan ekonomi syariah juga harus diarahkan pada pemerataan manfaat ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menteri Koperasi selaku Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono mendorong generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menciptakan produk, membangun usaha dan menghasilkan inovasi bernilai tambah. Ia juga menilai koperasi dapat menjadi salah satu wadah usaha yang relevan bagi generasi muda.

Dalam rangkaian puncak ISFO 2026, OJK bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menandatangani Nota Kesepahaman serta meluncurkan Bahan Ajar Literasi Finansial Fase E dan F.

Bahan ajar tersebut mengintegrasikan literasi finansial dalam pembelajaran formal dan telah tersedia di platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen, sebagai bekal pelajar dalam mengambil keputusan keuangan secara bijak. (*)

Pos terkait