RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR – PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) Wilayah 2 menunjukkan ketahanan bisnis yang kuat di tengah perlambatan trafik kapal global. Hingga Mei 2026, perusahaan berhasil membukukan laba bersih mencapai 206,63% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Capaian tersebut diraih meski realisasi pendapatan usaha baru mencapai 89,30% dari target RKAP. Kondisi ini dipengaruhi oleh tantangan eksternal, mulai dari penurunan trafik kapal, berkurangnya aktivitas bongkar muat di sejumlah wilayah operasional, hingga ketidakpastian geopolitik yang berdampak pada kunjungan kapal.
Selain itu, penurunan distribusi komoditas batu bara turut memengaruhi kinerja layanan pemanduan dan penundaan yang menjadi salah satu sumber pendapatan perusahaan.
Namun, tekanan terhadap pendapatan berhasil diimbangi melalui strategi efisiensi yang agresif. PJM Wilayah 2 mampu menekan realisasi beban usaha hingga 85,14% dari total anggaran RKAP, sehingga profitabilitas perusahaan tetap terjaga.
Efisiensi tersebut dilakukan melalui optimalisasi biaya operasional dan pengendalian ketat terhadap berbagai pos pengeluaran strategis, meskipun perusahaan masih menghadapi kenaikan biaya asuransi serta beberapa biaya pemeliharaan.
Sekretaris Perusahaan PJM, Tubagus Patrick, mengatakan pencapaian ini menjadi bukti ketahanan bisnis perusahaan dalam menghadapi tantangan industri maritim yang masih dinamis.
“Meskipun menghadapi berbagai tantangan operasional dan dinamika pasar, Wilayah 2 tetap mampu menjaga kinerja keuangan yang sehat. Pencapaian laba bersih yang melampaui target menjadi bukti komitmen seluruh insan PJM dalam menjalankan operasional secara efektif, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ujarnya.
Kata dia, PJM akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, meningkatkan kualitas layanan maritim, serta mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
“Strategi tersebut diharapkan mampu memperkokoh peran Pelindo Jasa Maritim sebagai bagian dari ekosistem Pelindo dalam mendukung kelancaran logistik nasional, sekaligus menjaga kinerja perusahaan tetap positif di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung,” tutup dia. (*)











