RUANGAKSELERASI.ID, BARRU — Pemerintah Kabupaten Barru mencatat capaian positif di sektor investasi dan pelayanan publik pada tahun pertama kepemimpinan Bupati Andi Ina Kartika Sari dan Wakil Bupati Abustan A. Bintang.
Tepat satu tahun sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Jumat, (20/2/2026), pasangan ini mengusung visi Barru Berkeadilan, Maju Berkelanjutan, dan Sejahtera Lebih Cepat.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu menjadi salah satu perangkat daerah yang berperan dalam mendorong capaian tersebut, meski dihadapkan pada kebijakan pengurangan dana transfer pusat ke daerah.
Pada tahun 2025, realisasi investasi di Kabupaten Barru mencapai Rp702.357.738.467. Angka ini melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp580 miliar atau 121,1 persen. Realisasi tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing sebesar Rp20.466.255.690 dan Penanaman Modal Dalam Negeri sebesar Rp681.891.482.777.
Jika dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp696.033.763.643, terjadi peningkatan sebesar 0,91 persen. Capaian ini dinilai berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, pembukaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di sektor pelayanan publik, Indeks Kepuasan Masyarakat juga menunjukkan peningkatan. Nilai SKM naik dari 82,97 pada tahun 2024 menjadi 88,31 pada semester I tahun 2026.
Peningkatan ini didukung penguatan layanan pendampingan melalui Klinik OSS yang beroperasi di lantai 2 Mal Pelayanan Publik Barru. Layanan ini membantu masyarakat dan pelaku usaha dalam penggunaan aplikasi serta konsultasi perizinan berusaha.
Pemerintah daerah juga melakukan penyederhanaan proses perizinan serta pemanfaatan aplikasi seperti OSS RBA, MPP Digital, dan SIMBG. Upaya ini diarahkan untuk memberikan kemudahan akses layanan, termasuk bagi kelompok masyarakat rentan.
Selain itu, Dinas PMPTSP mengoptimalkan peran Agen Perizinan di tingkat desa dan kelurahan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Barru menyatakan capaian tahun pertama ini menjadi fondasi untuk mendorong percepatan pembangunan di tahun-tahun berikutnya, dengan dukungan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat.(*)











