SBT Dunia Usaha Capai 11,46%, BI Beberkan Sektor Pendorongnya

IMG 20261020 WA0005
banner 468x60
  • Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha Bank Indonesia mencatat SBT sebesar 11,46% pada triwulan III 2026, ditopang kinerja positif seluruh lapangan usaha. Meski diprakirakan menjadi 10,77% pada triwulan IV, aktivitas transportasi, perdagangan, dan sejumlah sektor jasa berpotensi menguat menjelang Natal dan libur akhir tahun.

RUANGAKSELERASI.ID, JAKARTA — Kinerja dunia usaha Indonesia tetap terjaga pada triwulan III 2026. Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia (BI) menunjukkan aktivitas usaha di berbagai sektor masih mencatatkan kinerja positif dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 11,46%.

Capaian tersebut mencerminkan aktivitas dunia usaha yang tetap berjalan positif di tengah dinamika perekonomian. Sejumlah lapangan usaha bahkan menunjukkan peningkatan kinerja, memberikan sinyal bahwa aktivitas ekonomi nasional masih memiliki daya tahan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa hasil SKDU mengindikasikan kinerja seluruh lapangan usaha (LU) pada triwulan III 2026 tetap positif.

Bacaan Lainnya

Peningkatan kinerja terutama terlihat pada industri pengolahan. Penguatan juga terjadi pada administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, pengadaan listrik dan gas, konstruksi, serta real estat.

Perkembangan ini memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi tidak hanya bergerak pada sektor manufaktur, tetapi juga didukung sektor pendukung pembangunan dan pelayanan.

Industri pengolahan menjadi salah satu sektor yang mencatatkan peningkatan kinerja. Kondisi tersebut sejalan dengan perkembangan aktivitas produksi dan pesanan yang menunjukkan fase ekspansi berdasarkan indikator manufaktur Bank Indonesia.

Sementara itu, peningkatan pada sektor konstruksi dan real estat turut menggambarkan aktivitas usaha yang tetap bergerak di sektor pembangunan dan properti.

Kapasitas Produksi Tetap Terjaga

Selain kinerja usaha yang positif, Bank Indonesia mencatat kapasitas produksi terpakai pada triwulan III 2026 tetap terjaga sebesar 73,75%.

Peningkatan kapasitas produksi terpakai terutama terjadi pada industri pengolahan, pengadaan listrik dan gas, serta pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang.

Angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas produksi dunia usaha tetap berlangsung dengan tingkat pemanfaatan kapasitas yang relatif terjaga.

Dari sisi kondisi keuangan, dunia usaha secara umum juga mencatatkan perbaikan, terutama pada aspek likuiditas dan rentabilitas.

Likuiditas yang membaik memberikan gambaran mengenai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan keuangan jangka pendek. Sementara itu, perbaikan rentabilitas mengindikasikan kondisi kemampuan usaha dalam menghasilkan keuntungan yang semakin baik.

Di tengah perkembangan tersebut, akses kredit bagi dunia usaha juga dinilai tetap mudah.

Kondisi keuangan yang terjaga dan akses pembiayaan yang relatif mudah menjadi faktor penting untuk mendukung keberlanjutan aktivitas usaha, termasuk dalam menjaga produksi dan memperluas kegiatan operasional.

Natal dan Libur Akhir Tahun Jadi Momentum

Bank Indonesia memprakirakan kegiatan dunia usaha pada triwulan IV 2026 tetap tumbuh positif, dengan SBT sebesar 10,77%.

Meski lebih rendah dibandingkan realisasi triwulan III yang mencapai 11,46%, proyeksi tersebut masih menunjukkan bahwa aktivitas usaha diperkirakan bertahan pada jalur pertumbuhan positif.

Sejumlah sektor diprakirakan mencatatkan peningkatan kinerja, terutama transportasi dan pergudangan, informasi dan komunikasi, real estat, jasa perusahaan, serta perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor.

Peningkatan aktivitas pada sektor-sektor tersebut diperkirakan berkaitan dengan momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan libur akhir tahun.

Periode tersebut umumnya mendorong mobilitas masyarakat, aktivitas perjalanan, distribusi barang, serta transaksi perdagangan dan jasa.

Sektor transportasi dan pergudangan diperkirakan memperoleh dukungan dari meningkatnya mobilitas dan kebutuhan distribusi. Sementara itu, perdagangan besar dan eceran berpotensi mendapatkan tambahan aktivitas seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang perayaan akhir tahun.

Sektor informasi dan komunikasi serta jasa perusahaan juga diprakirakan mencatatkan peningkatan kegiatan usaha pada periode yang sama.

Proyeksi Bank Indonesia ini memberikan gambaran bahwa aktivitas ekonomi nasional masih berpeluang tumbuh positif hingga akhir 2026, meskipun terdapat perbedaan tingkat kinerja antarsektor.

Dengan kondisi keuangan dunia usaha yang membaik, kapasitas produksi yang terjaga, serta akses kredit yang tetap mudah, keberlanjutan aktivitas usaha menjadi salah satu faktor penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Perkembangan pada triwulan IV mendatang akan menjadi penentu sejauh mana momentum pertumbuhan dunia usaha dapat dipertahankan hingga pergantian tahun.(*)

Pos terkait