PKB Sulsel Target Pecah Telur di Tiga Daerah

Wawan
Juru Bicara DPW PKB Sulsel, Wawan Mattaliu

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di tingkat kabupaten/kota sepanjang April 2026. Agenda ini menjadi bagian dari upaya pembenahan internal sekaligus strategi meningkatkan perolehan kursi DPRD pada pemilu mendatang.

Juru Bicara DPW PKB Sulsel, Wawan Mattaliu, mengatakan muscab tidak hanya menjadi forum pemilihan ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC), tetapi juga momentum menjaring figur potensial menghadapi kontestasi politik ke depan. “Secara garis besar, muscab ini untuk mencari tokoh yang layak memimpin partai ke depan. Desainnya juga berbeda dibanding sebelumnya, mengacu pada mekanisme Muswil,” ujar Wawan.

Pelaksanaan muscab diawali dari wilayah Luwu Raya yang mencakup Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo. Dari empat daerah tersebut, telah terjaring 12 calon ketua DPC yang selanjutnya akan mengikuti tahapan Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK) di tingkat DPP.

Bacaan Lainnya

Setiap daerah mengusulkan tiga nama kandidat. Mekanisme penentuan ketua akan menggabungkan nilai hasil muscab dengan penilaian UKK, dengan kandidat berpoin tertinggi sebagai pemenang.“Total ada 12 nama yang akan dikirim ke DPP. Penentuannya berdasarkan akumulasi nilai muscab dan UKK,” jelasnya.

Dari sisi capaian politik, PKB mencatat peningkatan jumlah kursi DPRD di sejumlah daerah. Kabupaten Luwu dan Luwu Utara mengalami kenaikan signifikan.
Luwu meningkat dari dua menjadi empat kursi, sementara Luwu Utara naik dari dua menjadi tiga kursi.

Namun, kondisi berbeda terjadi di Kota Palopo. PKB kehilangan seluruh kursinya pada periode 2024–2029, setelah sebelumnya memiliki dua wakil di DPRD. Sementara itu, Luwu Timur masih stagnan dengan satu kursi.

Selain Palopo, terdapat beberapa daerah yang masih minim keterwakilan PKB, seperti Tana Toraja, Toraja Utara, dan Sidrap, yang dalam dua pemilu terakhir belum berhasil menempatkan kader di DPRD. Soppeng juga mengalami penurunan dari satu kursi menjadi nihil.

Wawan mengakui kondisi tersebut menjadi perhatian serius partai. PKB menargetkan mampu meraih kursi di daerah-daerah tersebut pada Pemilu 2029.“Target 2029 kami harus pecah telur. Minimal dua kursi dengan pendampingan yang lebih serius,” katanya.

Ia juga menepis anggapan bahwa kegagalan di wilayah tertentu dipengaruhi faktor identitas politik. Menurutnya, PKB merupakan partai nasionalis-religius yang terbuka bagi semua kalangan.“Di daerah mayoritas nonmuslim seperti Manado, kami tetap mendapat kepercayaan. Jadi peluang di Toraja tetap besar,” ujarnya.(*)

Pos terkait