Pimpin Golkar Sulsel, IAS Bidik Lonjakan 50% Kursi Parlemen

FOTO HL 1

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Sulsel berakhir, Sabtu (18/7/2026) malam. Ilham Arief Sirajuddin (IAS) terpilih aklamasi memimpin DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) Periode 2026–2031.

Diketahui, Musda ke XI ini hanya diikuti IAS sebagai kandidat tunggal calon Ketua Golkar Sulsel. Wali Kota Makassar Munafri ‘Appi’ yang sebelumnya digadang-gadang akan maju memilih mundur dari pencalonan menjelang pelaksanaan Musda. Terlebih, Appi selaku Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar memilih menunaikan ibadah umrah ketimbang menghadiri pelaksanaan Musda.

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia hadir sekaligus membuka langsung Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan di Hotel Claro Makassar. Bahlil didampingi Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji serta Bendahara Umum DPP Partai Golkar Sari Yuliati.

Bacaan Lainnya

Iham Arief Sirajuddin (IAS) dalam pidatonya memasang target ambisius pada Pemilu 2029 nanti. Mantan Wali Kota Makassar dua periode itu menargetkan peningkatan perolehan kursi Partai Golkar hingga 50% di seluruh tingkatan legislatif.

Target tersebut, kata IAS, bukan sekadar janji politik, melainkan komitmen yang telah dibangun bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Karena itu, seluruh struktur partai diminta bergerak dalam satu komando dengan memperkuat soliditas organisasi dan menjalankan strategi politik yang terukur.

“Harapan Ketua Umum untuk meningkatkan perolehan kursi di seluruh tingkatan telah menjadi komitmen saya. Insyaallah, Sulawesi Selatan di setiap tingkatannya akan ada peningkatan kursi sebanyak 50%,” tegas IAS.

IAS membeberkan sasaran yang ingin dicapai pada Pemilu 2029. Untuk DPR RI, Golkar Sulsel ditargetkan meningkatkan perolehan kursi dari empat menjadi sedikitnya enam kursi. Sementara di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, jumlah kursi diharapkan naik dari 14 menjadi 21 kursi.

Target terbesar diarahkan ke DPRD kabupaten dan kota. Dari total 138 kursi yang dimiliki saat ini, IAS ingin Golkar mampu menembus hampir 200 kursi di seluruh Sulawesi Selatan. Meski demikian, IAS menegaskan target besar itu hanya bisa dicapai melalui kerja kolektif seluruh kader. Ia menilai sinergi antarstruktur partai menjadi kunci untuk mengembalikan dominasi Golkar di Sulsel.

“Itu tidak mungkin bisa berjalan tanpa sinergitas dan kolaborasi. Saya juga telah menyerahkan roadmap strategi lima tahun ke depan kepada Ketua Umum sebagai pegangan dan modal bersama kita untuk bekerja,” ujarnya.

Menurut IAS, perjuangan menuju Pemilu 2029 bukan hanya soal mengejar tambahan kursi, tetapi juga membangun mesin partai yang lebih solid, memperkuat koordinasi dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, serta menyatukan arah perjuangan seluruh kader.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Sulawesi Selatan merupakan simpul utama kekuatan Partai Golkar di kawasan Indonesia Timur. Karena itu, ia meminta seluruh kader menjadikan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan sebagai momentum memperkuat konsolidasi dan mengembalikan kejayaan partai.

Dalam sambutannya, Bahlil mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Sulawesi Selatan. Ia mengenang berbagai momen penting yang pernah dilaluinya di Makassar, mulai dari kegiatan organisasi hingga perjuangannya saat mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPI) pada 2010.

“Berbicara Partai Golkar di wilayah timur, simpulnya adalah Sulawesi Selatan. Kejayaan Partai Golkar di wilayah timur selalu mengambil contoh dari Sulawesi Selatan,” ujar Bahlil.

Menurutnya, Musda merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat provinsi yang memiliki tiga agenda utama, yakni mengevaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, menyusun program kerja, serta memilih ketua DPD yang baru. Ia menegaskan, konsolidasi menjadi kunci utama untuk menyatukan seluruh kekuatan partai dalam menghadapi agenda politik ke depan.

Bahlil juga menyoroti pelaksanaan Musda Golkar Sulsel yang kembali digelar di Sulawesi Selatan setelah hampir satu dekade sebelumnya beberapa kali dilaksanakan di Jakarta. “Musda harus dilakukan di daerah karena menjadi bagian dari forum konsolidasi. Saya minta tidak boleh lagi Musda dilakukan di Jakarta, harus di Sulawesi Selatan,” tegasnya.

Usai Musda tingkat provinsi, Bahlil meminta seluruh DPD kabupaten dan kota segera menggelar Musda, kemudian dilanjutkan dengan konsolidasi hingga tingkat kecamatan dan desa. Menurutnya, kekuatan utama Partai Golkar berada di daerah karena struktur DPD provinsi, DPD kabupaten/kota, hingga kecamatan merupakan organisasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Ingat, target besar Partai Golkar sebagaimana diputuskan dalam Musyawarah Nasional, yakni meningkatkan perolehan kursi di DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota pada Pemilu mendatang,” sebut Bahlil. (*)

Pos terkait