Pasar Properti Mulai Pulih

Pasar Properti Mulai Pulih
banner 468x60

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Pasar properti residensial di Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada triwulan II 2026.

Berdasarkan hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR), Bank Indonesia mencatat kontraksi penjualan rumah di pasar primer menyusut signifikan menjadi 2,36% secara tahunan (yoy), dari sebelumnya mencapai 25,67% pada triwulan I 2026.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan, perbaikan tersebut tercermin dari meningkatnya penjualan rumah tipe kecil dan tipe besar. Namun, permintaan terhadap rumah tipe menengah masih relatif terbatas.

Bacaan Lainnya

“Secara keseluruhan, penjualan properti residensial di pasar primer membaik pada triwulan II 2026 meskipun masih mengalami kontraksi. Perbaikan terutama didorong oleh peningkatan penjualan rumah tipe kecil dan besar,” kata Ramdan dalam keterangan resminya.

Meski penjualan belum sepenuhnya kembali tumbuh positif, penyusutan kontraksi dalam satu triwulan menunjukkan tekanan terhadap pasar properti residensial mulai mereda. Pada triwulan sebelumnya, penjualan properti residensial masih terkontraksi cukup dalam hingga 25,67% (yoy).

Di tengah perbaikan penjualan tersebut, harga properti residensial juga tetap mencatat pertumbuhan. Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan II 2026 tumbuh 0,69% (yoy), sedikit meningkat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan I 2026 sebesar 0,62% (yoy).

Dari sisi pembiayaan, pengembang masih lebih banyak menggunakan dana internal perusahaan untuk membiayai pembangunan properti. Porsi pembiayaan dari dana internal mencapai 73,28% dari total kebutuhan pembiayaan.

Sementara dari sisi konsumen, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi pilihan utama dalam pembelian rumah di pasar primer. Hasil survei Bank Indonesia menunjukkan pembelian melalui KPR mencapai 70,05% dari total skema pembelian.

Ramdan mengatakan dominannya penggunaan KPR menunjukkan pembiayaan perbankan masih memegang peranan penting dalam mendukung permintaan rumah di pasar primer.

Dengan penjualan yang mulai membaik, harga yang tetap tumbuh positif, serta KPR yang masih menjadi skema pembelian utama, pasar properti residensial pada triwulan II 2026 menunjukkan sinyal pemulihan meski belum sepenuhnya keluar dari tekanan. (*)

Pos terkait