- Pertumbuhan ekonomi digital dinilai perlu diimbangi dengan penguatan keamanan siber dan kepercayaan konsumen.
OJK memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan dan aparat penegak hukum untuk mencegah praktik keuangan digital ilegal.- Pemeringkat Kredit Alternatif dan Securities Crowdfunding dinilai dapat membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha dan UMKM.
- Kepercayaan masyarakat menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem inovasi keuangan digital yang berkelanjutan.
RUANGAKSELERASI,ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pengembangan inovasi keuangan digital yang bertanggung jawab, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pengembangan tersebut dilakukan melalui perluasan akses layanan keuangan, penguatan pelindungan konsumen, serta peningkatan keamanan dan tata kelola.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso mengatakan, perkembangan teknologi keuangan harus diarahkan untuk mendukung produktivitas sektor riil, dan memperluas manfaat ekonomi digital.
Menurut Adi, OJK mendorong inovasi yang bertanggung jawab melalui regulatory sandbox. Ruang pengujian tersebut digunakan untuk menilai berbagai inovasi sebelum diterapkan secara lebih luas, termasuk dari sisi keamanan dan manfaatnya bagi masyarakat.
“Ruang uji coba yang kita miliki harus mampu memastikan bahwa setiap inovasi telah tervalidasi keamanannya sebelum hadir di tengah-tengah masyarakat, sehingga yang tercipta adalah nilai tambah serta ekonomi yang real yang dirasakan oleh masyarakat, bukan sekadar disruption semata,” kata Adi dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan, inovasi berbasis data juga dapat memperluas akses masyarakat dan UMKM terhadap layanan keuangan. Pemeringkat Kredit Alternatif dan Securities Crowdfunding, misalnya, dapat membantu penilaian kelayakan pembiayaan sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan sumber pendanaan.
OJK mencatat jumlah akun konsumen aset keuangan digital dan aset kripto mencapai 22,93 juta per Juli 2026. Pada periode yang sama, layanan Pemeringkat Kredit Alternatif mencatat 28,32 juta permintaan data skor kredit, sementara Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan telah menjangkau 19,26 juta pengguna.
Adi menegaskan, perluasan inovasi keuangan digital harus dibarengi dengan pelindungan konsumen, keamanan siber dan tata kelola yang baik. Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi salah satu fondasi utama keberlanjutan ekosistem keuangan digital.
“Kepercayaan ini hanya berdiri teguh jika aspek pelindungan konsumen, keamanan siber, dan tata kelola yang baik (good governance) tertanam dalam nadi setiap penyelenggara inovasi keuangan digital,” kata Adi.
OJK juga terus memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan dan aparat penegak hukum untuk mencegah serta menindak praktik keuangan digital ilegal. (*)

















