RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi keuangan di kalangan generasi muda melalui program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT). Kegiatan bertema Money Moves: Invest Today, Build Your Future tersebut digelar di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Convention Hall, pada Selasa (8/9/2026).
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku, Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan kedekatan generasi muda dengan teknologi digital belum otomatis diikuti kecakapan finansial. Karena itu, semakin mudah akses terhadap produk dan layanan keuangan, semakin penting pemahaman mengenai risiko serta kemampuan mengambil keputusan secara sadar dan bertanggung jawab.
“Ada beberapa kata kunci yang dapat dilakukan. Pertama, kelola. Kedua, lindungi. Ketiga, tumbuhkan. Kelola uang kita sebelum uang mengendalikan pilihan kita. Lindungi apa yang sudah kita miliki dengan selalu ingat legal dan logis, serta tumbuhkan semuanya dengan tujuan yang jelas,” kata Dicky dalam keterangan resminya.
Menurutnya, literasi keuangan yang baik juga dapat membantu generasi muda terhindar dari Fear of Missing Out (FOMO) dan Fear of Other People’s Opinions (FOPO). Generasi muda didorong membedakan kebutuhan dan keinginan serta mulai membangun kebiasaan investasi sejak dini dengan mempertimbangkan tujuan dan risiko.
Sementara Anggota Komisi XI DPR RI Annisa M. A. Mahesa mengingatkan generasi muda, agar tidak mengambil keputusan investasi secara impulsif karena mengikuti tren maupun rekomendasi media sosial.
Sebelum berinvestasi, generasi muda perlu memiliki dana darurat, manajemen keuangan yang baik, menghindari utang konsumtif dan menggunakan uang dingin untuk investasi serta memastikan informasi berasal dari sumber yang tervalidasi.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dilakukan OJK bersama LPS dan BPS, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57%, sedangkan inklusi keuangan mencapai 93,61%. Khusus kelompok pelajar dan mahasiswa, indeks literasi tercatat 62,72%, sementara inklusi keuangannya mencapai 92,76%.
Kondisi ini menunjukkan akses terhadap layanan keuangan telah tinggi, namun perlu diimbangi kecakapan dalam menggunakannya secara tepat dan bertanggung jawab.
Kegiatan LIKE IT Series #6 tahun 2026 tersebut diikuti 1.000 mahasiswa secara langsung serta 2.473 mahasiswa dan masyarakat umum melalui siaran daring. OJK bersama pemangku kepentingan mengajak generasi muda membangun perilaku keuangan sehat sejak dini, memahami risiko sebelum menggunakan produk keuangan dan menjadikan kecakapan finansial sebagai bagian dari gaya hidup untuk mendukung kesejahteraan dan Indonesia Emas 2045. (*)














