Masuk Demokrat, Munafri Arifuddin Bicara Musda: Saya Belum Tahu Kondisinya Seperti Apa

20261008 143538 scaled
banner 468x60
  • Resmi menjadi kader Demokrat Sulsel, Munafri menegaskan pentingnya kebersamaan dan kerja kolektif untuk membesarkan partai serta membangun daerah dan negara.
  • Setelah bertemu Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Munafri menyebut dirinya terlebih dahulu meminta izin sebelum resmi masuk ke “rumah” politik Partai Demokrat.
  • Ditanya peluang maju dalam Musda Demokrat Sulsel dan menggantikan Ni’matullah Erbe, Munafri memilih merendah dan menyatakan belum mengetahui dinamika politik yang akan berkembang ke depan.
  • Munafri menegaskan belum berkomunikasi dengan para pemilik suara di tingkat DPC Demokrat Sulsel karena dirinya saat ini masih fokus berstatus sebagai kader baru.

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin resmi bergabung sebagai kader Partai Demokrat.

Ketua Partai Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe menyerahkan langsung kartu tanda anggota (KTA) Partai Demokrat ke Appi– sapaan akrab Munafri Arifuddin di Hotel Claro Makassar, Kamis (8/10/2026) siang.
Pengurus DPP Demokrat Agustinus Tamo Mbapa memasangkan jas Partai Demokrat.

Setelah memilih berlabuh ke partai berlambang mercy tersebut, Munafri mengaku perlu membangun komunikasi dan berkenalan dengan seluruh kader Demokrat di Sulawesi Selatan.

Bacaan Lainnya

Munafri menyampaikan apresiasinya kepada Partai Demokrat yang telah membuka pintu dan menerimanya sebagai bagian dari keluarga besar partai.

“Tentu harus berkenalan dengan teman-teman yang ada di Partai Demokrat. Lagi-lagi saya sampaikan, saya berterima kasih kepada Partai Demokrat sudah mau menerima saya bergabung di Partai Demokrat di Sulawesi Selatan ini,” ujar Munafri.

Menurutnya, membesarkan partai tidak bisa dilakukan secara individual. Karena itu, ia menekankan pentingnya kebersamaan seluruh kader untuk membangun Partai Demokrat ke depan.

“Kita berharap, lagi-lagi, tidak ada yang bisa kita lakukan kalau kita berjalan sendiri-sendiri. Yang harus kita lakukan ya bagaimana kita berjalan bersama semua untuk bisa membesarkan partai,” katanya.

Punya Sejarah dengan Demokrat

Munafri juga menjelaskan alasan dirinya memilih Partai Demokrat. Ia mengaku memiliki sejarah dengan partai tersebut, bahkan pernah menjadi bagian dari Demokrat sebelumnya.

“Kenapa memilih Partai Demokrat? Ya, saya ada sejarah dengan Partai Demokrat. Dulu itu saya pernah sudah bergabung dengan Demokrat,” ungkapnya.

Selain pernah bergabung, Munafri menyebut Partai Demokrat juga pernah memberikan dukungan kepadanya dalam dua momentum Pilkada yang diikutinya.

“Lalu dua kali saya mengikuti Pilkada itu disupport oleh Partai Demokrat. Dan dari kalah, menang, alhamdulillah,” tuturnya.

Sebelum resmi bergabung, Munafri juga mengaku telah bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi bagian penting sebelum dirinya memutuskan masuk kembali ke partai tersebut.

“Sudah ketemu Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Tentulah kita meminta waktu untuk ketemu dengan Ketua Umumnya, memastikan bahwa, ya namanya orang punya rumah, ya tentu kita minta izin mau masuk rumahnya orang,” jelas Munafri.

Ditanya Musda, Munafri: Saya Belum Tahu

Bergabungnya Munafri ke Demokrat kemudian dikaitkan dengan agenda Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat Sulsel, termasuk isu mengenai kemungkinan dirinya maju dalam perebutan posisi Ketua DPD Demokrat Sulsel.

Namun, Munafri memilih tidak berspekulasi. Ia menegaskan bahwa dirinya baru berstatus sebagai kader dan belum mengetahui bagaimana dinamika Musda ke depan.

“Soal akan maju Musda, saya belum tahu kondisinya seperti apa, tapi yang jelas hari ini sudah resmi menjadi kader Partai Demokrat,” tegasnya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan menggantikan Ni’matullah Erbe sebagai Ketua DPD Demokrat Sulsel, Munafri juga memberikan jawaban singkat.

“Itu kabar, saya belum tahu ke depannya,” katanya.

Munafri juga mengaku belum melakukan komunikasi dengan para pemilik suara, termasuk jajaran DPC Demokrat di Sulawesi Selatan, terkait agenda Musda.

“Belum bicara sampai ke sana. Untuk memastikan itu, ya nanti kita lihat ke depannya seperti apa,” ujarnya.

Tegaskan Tak Bawa Gerbong Golkar

Kepindahan Munafri ke Demokrat juga memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan sejumlah kader atau simpatisan yang sebelumnya berada di lingkaran politiknya ikut berpindah.

Munafri menegaskan, untuk saat ini dirinya tidak membawa gerbong dari Partai Golkar.

“Belum ada, saya baru bawa diri saya sendiri ini!” katanya.

Ia menyerahkan sepenuhnya kepada setiap individu jika ada kader atau pihak lain yang ingin mengikuti langkah politiknya.

“Ini masalah pilihan, itu terserah. Mau ikut saya ayo, mau tinggal silakan, enggak ada paksaan,” tegasnya.

Munafri kembali menegaskan tidak ada gerbong politik yang dibawanya dari Golkar ke Demokrat.

“Enggak ada. Menurut saya enggak ada. Silakan mau tinggal-tinggal, mau ikut-ikut, ayo,” ujarnya.

Menurut Munafri, pilihan untuk bergabung dalam sebuah partai politik merupakan keputusan masing-masing individu. Ia menekankan bahwa tujuan berpartai pada akhirnya adalah bekerja bersama untuk membangun daerah dan negara.

“Orang berpartai kan tujuannya untuk sama-sama ingin membangun, membangun daerah, membangun negara. Caranya melalui partai politik,” katanya.

Siap Menangkan Demokrat di Pileg

Sebagai kader baru Demokrat, Munafri juga ditanya mengenai kesiapannya membantu memenangkan partai tersebut pada Pemilu Legislatif (Pileg) mendatang.

Munafri menegaskan bahwa membantu partai bukan sekadar persoalan kesiapan, tetapi merupakan bagian dari kewajiban seorang kader.

“Insya Allah. Namanya kader ya bukan siap, kewajiban. Kalau kader ya punya kewajiban,” ucapnya.

Namun, ketika kembali ditanya mengenai target politik yang ingin dicapai bersama Demokrat, Munafri memilih belum memberikan angka atau sasaran tertentu.

“Saya tidak bicara target-target, saya bukan pengurus,” pungkasnya.(*)

Pos terkait