Konsolidasi Besar, NasDem Sulsel Panggil Fraksi 24 Daerah

NasDem Sulsel Konsolidasi Besar
FOTO: IST //PANASKAN MESIN. Sekretaris DPD NasDem Sulsel, Andi Rachmatika Dewi alias Cicu dalam suatu kegiatan Partai NasDem. NasDem Sulsel akan menggelar konsolidasi besar untuk menyatukan langkah seluruh kader sekaligus memperkuat kesiapan partai menghadapi perubahan peta politik.
banner 468x60

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Partai NasDem Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin politik menghadapi dinamika politik beberapa tahun ke depan. Seluruh anggota fraksi NasDem dari 24 kabupaten/kota akan dikumpulkan dalam agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) sekaligus konsolidasi pada 29-30 Agustus 2026.

Konsolidasi tersebut tak hanya melibatkan anggota fraksi. Para pimpinan daerah NasDem dan ketua-ketua DPD NasDem se-Sulawesi Selatan juga dijadwalkan hadir dalam agenda tersebut.

Sekretaris DPD NasDem Sulsel, Andi Rachmatika Dewi alias Cicu, mengatakan konsolidasi menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh kader sekaligus memperkuat kesiapan partai menghadapi perubahan peta politik.

Bacaan Lainnya

“Kami melaksanakan konsolidasi seluruh fraksi se-Sulawesi Selatan, kemudian para pimpinan daerah NasDem, serta ketua-ketua DPD se-Sulawesi Selatan. Konsolidasi ini kembali dilaksanakan dalam rangka persiapan menghadapi tahun-tahun politik ke depan,” kata Cicu.

Menurutnya, tantangan politik ke depan diperkirakan semakin kompleks. Karena itu, NasDem Sulsel ingin memastikan struktur organisasi hingga kader di daerah memiliki kesiapan yang sama menghadapi berbagai perkembangan politik dan regulasi.

“Kami juga membahas kesiapan struktur serta kesiapan teman-teman dalam menghadapi berbagai tantangan politik ke depan. Tantangannya tentu akan semakin banyak,” ujarnya.

Salah satu isu yang menjadi perhatian NasDem yakni perkembangan regulasi politik, termasuk pembahasan Undang-Undang Pemilu serta putusan terbaru Mahkamah Konstitusi (MK).

Terkait putusan MK mengenai keterwakilan perempuan, Cicu menegaskan NasDem Sulsel tidak terlalu terdampak. Menurut dia, partainya sejak awal telah memenuhi ketentuan 30 persen keterwakilan perempuan.

“Namun, terkait putusan MK tersebut, sebenarnya NasDem tidak terlalu terganggu karena sejak awal kami sudah memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan,” katanya.

Menariknya, konsolidasi NasDem Sulsel juga berpeluang membahas isu pencalegan dini. Cicu membuka kemungkinan tersebut lantaran jajaran DPP Partai NasDem dijadwalkan hadir dalam agenda Bimtek dan konsolidasi. “Bisa jadi. Karena dari DPP juga datang,” kata Cicu.

Kehadiran pengurus DPP membuat agenda konsolidasi diperkirakan tidak hanya menjadi forum evaluasi struktur, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk membaca lebih awal peluang politik dan kesiapan kader menghadapi kontestasi mendatang.

Meski demikian, Cicu menegaskan persoalan perpindahan kader tidak menjadi agenda khusus dalam konsolidasi tersebut. NasDem, kata dia, menghormati keputusan politik masing-masing kader.

“Kalau persoalan itu, sebenarnya kami tidak pernah membahasnya secara khusus. Karena pilihan politik itu merupakan pilihan pribadi masing-masing,” katanya.

Ia menegaskan NasDem tidak ingin memaksakan kader untuk tetap bertahan jika sudah tidak merasa nyaman berada di dalam partai. “Kalau memang sudah merasa tidak nyaman di NasDem, ya itu merupakan pilihan pribadi mereka,” ujarnya.

Dengan menghimpun seluruh unsur partai dari tingkat fraksi, pimpinan daerah hingga DPD, konsolidasi 29-30 Agustus tersebut menjadi salah satu langkah NasDem Sulsel untuk memperkuat soliditas internal sekaligus membaca arah pertarungan politik yang semakin dinamis.(*)

Pos terkait