BNI Perluas Literasi Keuangan Anak Lewat wondrZ

BNI Perluas Literasi Keuangan Anak Lewat wondrZ
FOTO: IST //LITERASI. BNI wondrX 2026 sendiri menghadirkan berbagai produk, layanan, dan aktivitas yang mencakup perbankan, gaya hidup, properti, otomotif, kuliner, hingga hiburan musik.
banner 468x60

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mendorong literasi keuangan sejak usia dini melalui wondrZ, tabungan khusus anak dan remaja yang dapat diakses melalui aplikasi wondr by BNI. Produk ini dirancang untuk membangun kebiasaan menabung sekaligus mengenalkan pengelolaan keuangan secara bertahap dengan tetap dalam pendampingan orang tua.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, wondrZ dikembangkan agar anak dapat mengenal cara menabung, mengelola uang, hingga memahami transaksi sesuai tahapan usia.

“Melalui wondrZ, kami ingin membantu anak mengenal cara menabung, mengelola uang, dan mulai memahami transaksi secara bertahap. Pada saat yang sama, orang tua tetap dapat mendampingi perjalanan finansial anak melalui fitur yang tersedia,” kata Okki dalam keterangan resminya, kemarin.

Bacaan Lainnya

Melalui wondrZ, anak berusia 12 tahun ke atas dapat melakukan transaksi digital menggunakan akun wondr mereka sendiri. Sementara itu, orang tua tetap bisa memantau aktivitas finansial anak melalui saldo dan riwayat transaksi sehingga proses pembelajaran berlangsung dengan pengawasan keluarga.

Untuk membuka rekening, orang tua perlu menyiapkan Kartu Keluarga (KK) atau Kartu Identitas Anak (KIA), baik dalam bentuk fisik maupun foto yang jelas. Data anak juga harus diisi secara tepat karena rekening wondrZ tercatat atas nama anak.

BNI menilai wondrZ tidak sekadar menjadi layanan tabungan bagi anak dan remaja, tetapi juga sarana keluarga membangun kebiasaan finansial sejak dini serta memperkenalkan layanan perbankan digital secara bertahap.

Sementara Ekonom Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Abd Muttalib, menilai, kehadiran tabungan khusus anak menjadi langkah positif dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan. Menurutnya, anak perlu dibiasakan memahami nilai uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta bertanggung jawab dalam penggunaannya.

“Literasi keuangan sejak dini penting karena anak perlu dibiasakan memahami nilai uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta belajar bertanggung jawab terhadap penggunaan uang. Kehadiran layanan digital yang tetap melibatkan pengawasan orang tua dapat menjadi sarana pembelajaran keuangan yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini,” katanya.

Abd Muttalib menambahkan, penggunaan layanan keuangan digital bagi anak juga harus disertai edukasi keamanan transaksi. Anak perlu memahami cara menggunakan layanan perbankan sekaligus mengenali risikonya agar terbentuk kebiasaan finansial yang sehat sejak dini. (*)

Pos terkait