Kinerja Industri Pengolahan Meningkat

Kinerja Industri Pengolahan Meningkat
Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Anton Pitono

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Kinerja Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan pada triwulan I 2026 menunjukkan peningkatan dan tetap berada pada fase ekspansi.

Hal ini tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) yang tercatat sebesar 52,03%, lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2025 yang sebesar 51,86%.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Anton Pitono, mengatakan, capaian tersebut menunjukkan aktivitas industri pengolahan masih tumbuh positif di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Menurutnya, ekspansi ini didorong oleh sejumlah komponen utama yang terus mencatatkan kinerja solid.

Bacaan Lainnya

“Peningkatan kinerja industri pengolahan terutama ditopang oleh komponen volume persediaan barang jadi, volume produksi, dan volume total pesanan yang berada pada fase ekspansi,” kata Anton dalam keterangan resminya, Minggu (19/4/2026).

Anton menjelaskan, secara sektoral, mayoritas sublapangan usaha juga mencatatkan kinerja ekspansif.

Beberapa sektor dengan indeks tertinggi antara lain industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman, industri kulit dan alas kaki, serta industri makanan dan minuman.

Anton menambahkan, tren positif tersebut diprakirakan berlanjut pada triwulan II 2026. PMI-BI diproyeksikan meningkat menjadi 52,26% seiring dengan tetap kuatnya permintaan dan aktivitas produksi di sektor industri pengolahan.

“Ke depan, kinerja industri pengolahan diperkirakan tetap berada pada fase ekspansi, didukung oleh peningkatan volume produksi, persediaan barang jadi, dan total pesanan,” jelasnya.

Lebih lanjut, mayoritas sublapangan usaha juga diproyeksikan tetap tumbuh, dengan sektor furnitur, industri kulit dan alas kaki, serta industri makanan dan minuman menjadi pendorong utama ekspansi pada periode mendatang.

Bank Indonesia menilai, keberlanjutan kinerja positif ini menjadi sinyal terjaganya momentum pemulihan sektor industri pengolahan nasional. (*)

Pos terkait