RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Ketua Umum Sahrin Hamid menegaskan bahwa Gerakan Rakyat kini tengah fokus merampungkan fase legalitas partai politik (parpol).
Secara nasional, Sahrin menjelaskan bahwa proses pendaftaran di Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) terus berjalan. Saat ini, sudah ada tujuh DPW menerbitkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT), terbaru dari Sumatera Barat (Sumbar).
“Insya Allah, pekan depan 38 SKT dari seluruhnya telah diterima oleh gerakan rakyat. Dengan demikian Ibu Bapak sekalian bahwa Insya Allah pada bulan ini kita akan mendaftarkan Gerakan Rakyat sebagai partai politik,” jelas Sahrin.
Lebih lanjut, Sahrin mengungkapkan peta jalan strategis Gerakan Rakyat untuk beberapa tahun ke depan guna memastikan kesiapan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Salah satunya menginstruksikan kader untuk memperkuat basis keanggotaan.
“Verifikasi faktual di 2027 ini harus kita targetkan dengan penambahan jumlah anggota per kota/kebupatan harus ada 1000 anggota,” tuturnya.
Sahrin secara terbuka menyatakan bahwa tujuan akhir dari penguatan infrastruktur Partai Gerakan Rakyat yakni mengusung Anies Baswedan dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mendatang.
“Maka bila kita sudah mendapatkan SK sebagai partai peserta pemilu dari KPU maka kita bisa mengajukan calon-calon anggota legislatif dan kita bisa mendaftarkan calon presiden kita yaitu Anies Rasyid Baswedan,” pungkas Sahrin.
Sementara itu, tokoh inspiratif dan Anggota Kehormatan 001 Gerakan Rakyat, Anies Baswedan menekankan bahwa gerakan perubahan dan perjuangan politik bukanlah kerja individu, melainkan sebuah gerakan kolosal dengan melibatkan banyak pihak di balik layar.
Anies mengibaratkan sebuah perjuangan seperti barisan rapi, bukan sekadar kerumunan. Menurutnya, kekuatan sebuah gerakan terletak pada kedisiplinan anggotanya dalam mengikuti arah organisasi.
“Kalau kita bisa mengubah kerumunan menjadi barisan, maka dia menjadi berkuasa. Tapi kalau kita tetap sebagai kerumunan, maka dia bukan jadi kekuatan. Nah, Mulainya di mana? disiplin dalam organisasi ada disiplin, ada ketertiban dan ikuti semua yang menjadi langkah organisasi,” ujar Anies.
Ia juga berpesan agar seluruh jajaran Gerakan Rakyat tetap rendah hati dan inklusif dalam merangkul masyarakat. “Jangan tanya dulu seperti apa, jangan tanya dulu pilih yang mana. Selalu membangun silaturahmi dengan lingkar-lingkar yang baru. Kita ingin Indonesia yang lebih adil, dan tidak ada yang menolak itu,” jelasnya.
Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu memaparkan esensi dari gagasan keadilan sosial. “Saya menyampaikan kepada semuanya bahwa yang disebut sebagai keadilan sosial itu bukan sekadar bansos (bantuan sosial), bukan sekadar pemberian sesuatu yang gratis, tapi mengubah aturan main agar aturan main kita memberikan kesetaraan kemajuan buat semua,” terang Anies.
Anies juga menyoroti tingginya biaya pendidikan yang membuat banyak anak hanya mampu bersekolah hingga tingkat menengah. Terlebih, jika ada kemauan politik, negara seharusnya mampu menanggung biaya pendidikan dan menjamin kesejahteraan guru. “Guru harus bisa mendapatkan kesejahteraan yang layak dan baik kalau ada kemauan,” ungkapnya.(*)












