RUANGAKSELERASI,ID, MAKASSAR — Pemprov Sulsel bersama Bank Indonesia (BI) Sulsel memperkuat sinergi dalam mendorong kontribusi UMKM terhadap perekonomian daerah, melalui kick off Program Pengembangan UMKM dan Pesantren Rewako 2026 di Hotel Four Points by Sheraton, Senin (27/5/2026).
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sulsel, Andi Darmawan Bintang, yang mewakili Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan, UMKM memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi daerah, namun masih perlu didorong dari sisi produktivitas dan perputaran usaha.
“Kontribusi UMKM terhadap PDRB Sulsel sudah sekitar 60%, dengan serapan tenaga kerja yang tinggi. Tapi perputaran ekonominya belum maksimal, sehingga ini yang terus kita dorong,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen, Pemprov Sulsel menyiapkan anggaran sebesar Rp30 miliar dalam APBD untuk mendukung pengembangan UMKM, mulai dari peningkatan kapasitas hingga perluasan akses pemasaran.
Selain itu, Pemprov juga meminta pemerintah kabupaten/kota untuk mengalokasikan minimal 5% dari APBD untuk program penguatan UMKM.
Tak hanya itu, Pemprov Sulsel juga menargetkan setiap daerah memiliki minimal satu produk unggulan UMKM yang mampu menembus pasar ekspor.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih signifikan.
Sementara Kepala KPw BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan, kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam memperkuat sektor UMKM, khususnya pada bidang perikanan dan pertanian sebagai pilar ekonomi Sulsel.
Menurutnya, BI juga mendorong transformasi UMKM melalui program pelatihan dan pendampingan, termasuk bootcamp untuk mengubah pola pikir pelaku usaha agar lebih percaya diri dan berorientasi pada kinerja.
“Kita ingin pelaku UMKM bangga dengan profesinya dan fokus meningkatkan produktivitas. Mereka dibekali kemampuan mulai dari good agriculture practices, pengolahan produk, pengemasan, hingga pemasaran digital,” jelasnya.
Selain UMKM, program ini juga menyasar pesantren agar mampu mandiri secara ekonomi melalui pengembangan usaha produktif seperti air minum dalam kemasan, produksi roti, hingga laundry.
Diharapkan, sinergi antara Pemprov Sulsel dan BI ini mampu memperkuat ekosistem UMKM, serta meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah. (*)












