Yasir Machmud Dampingi Kepala BGN Resmikan SPPG di Unhas

40493a9b 6a6f 46be a181 042dcbf6a8cf
Wakil Ketua II DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Yasir Machmud mendampingi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan Universitas Hasanuddin (Unhas), Tamalanrea, Makassar, Selasa (28/04/2026).

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Wakil Ketua II DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Yasir Machmud, menghadiri sekaligus mendampingi peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan Universitas Hasanuddin (Unhas), Tamalanrea, Makassar, Selasa (28/04/2026).

Kehadiran Yasir Machmud menjadi representasi dukungan legislatif terhadap penguatan program pemenuhan gizi masyarakat, khususnya dalam mendukung implementasi program strategis nasional Makan Bergizi Gratis.

“Ini adalah langkah konkret dalam memastikan program pemenuhan gizi berjalan berbasis data dan kajian ilmiah. Kehadiran SPPG di lingkungan kampus menjadi bukti bahwa negara serius membangun kualitas sumber daya manusia dari aspek kesehatan,” ujar Yasir Machmud.

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan tersebut, Yasir Machmud hadir bersama sejumlah pejabat pusat dan daerah, di antaranya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta Wakil Ketua I DPRD Sulsel Rahman Pina.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam memastikan program nasional berjalan efektif.

“Kampus memiliki peran penting sebagai pusat riset. Dengan keterlibatan akademisi, standar gizi yang disusun tidak hanya memenuhi aspek kesehatan, tetapi juga memiliki dasar ilmiah yang kuat,” tambahnya.

Peresmian SPPG di Unhas ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat implementasi program Makan Bergizi Gratis berbasis riset dan keilmuan.
Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan mampu memastikan standar gizi yang diberikan kepada masyarakat tidak hanya memenuhi aspek kesehatan, tetapi juga berbasis data ilmiah dan kajian akademik yang terukur.

Melalui kehadiran fasilitas ini, pemerintah bersama pemangku kepentingan berharap program pemenuhan gizi dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.(*)

Pos terkait