
RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar mendorong kebutuhan pembinaan generasi muda menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027.
Penguatan program kepemudaan dinilai tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi harus diarahkan pada penyediaan ruang, fasilitas, serta program yang mampu membentuk karakter dan mengembangkan potensi anak muda di tingkat kelurahan hingga kecamatan.
Anggota Komisi A DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso mengatakan perhatian terhadap generasi muda harus diterjemahkan ke dalam kebijakan anggaran yang konkret. Menurutnya, pemerintah kota perlu melihat pembinaan pemuda sebagai bagian dari strategi pembangunan sekaligus investasi sosial untuk mencegah munculnya berbagai persoalan di kemudian hari.
“Jangan sampai kita baru bergerak ketika sudah muncul persoalan seperti tawuran, balap liar, penyalahgunaan narkoba atau berbagai bentuk kenakalan lainnya. Pemerintah harus hadir lebih awal dengan menyiapkan ruang dan kegiatan yang membuat anak-anak muda kita punya kesempatan untuk berkembang secara positif,” ujarnya
Ketua PKS Makassar tersebut menilai program kepemudaan perlu diperluas hingga menyentuh lingkungan masyarakat paling bawah. Menurutnya, pembinaan tidak harus selalu terpusat di fasilitas milik pemerintah, tetapi dapat melibatkan sekolah, organisasi kepemudaan, komunitas, organisasi keagamaan, hingga kelompok masyarakat yang selama ini aktif mendampingi anak muda.
“Kalau kita bicara pembinaan, jangan hanya melihat kegiatan di tingkat kota, anak-anak muda itu hidup dan berinteraksi di lingkungan masing-masing karena itu, fasilitas olahraga, ruang kreativitas, kegiatan sosial, pelatihan keterampilan dan berbagai aktivitas positif lainnya harus bisa dirasakan sampai tingkat kelurahan, bahkan lingkungan RT dan RW,” jelasnya.
Ia mengatakan penyusunan APBD 2027 harus mampu membaca kebutuhan tersebut secara lebih serius, setiap program yang berkaitan dengan pemuda perlu memiliki arah yang jelas, sehingga anggaran yang dialokasikan tidak sekadar habis untuk kegiatan, tetapi memberikan dampak terhadap peningkatan keterampilan, kreativitas, kemandirian dan karakter generasi muda.
Ia menambahkan, pembangunan fasilitas publik yang ramah anak muda juga menjadi bagian penting dari kebijakan tersebut, keberadaan lapangan olahraga, ruang berkegiatan, pusat kreativitas maupun fasilitas komunitas dapat menjadi alternatif bagi anak muda untuk menghabiskan waktu dengan aktivitas yang produktif.
“Anak muda itu membutuhkan ruang, kalau ruang positif tidak tersedia, jangan heran kalau mereka mencari ruang lain yang belum tentu membawa manfaat, maka pemerintah harus hadir menyediakan alternatif yang sehat dan produktif. Kita ingin anak muda punya tempat untuk berolahraga, berkreativitas, belajar, berorganisasi dan mengembangkan bakatnya,” ucapnya.
Selain pemerintah, ia menilai keterlibatan masyarakat juga sangat dibutuhkan, pembinaan generasi muda tidak akan berjalan maksimal jika hanya dibebankan kepada satu organisasi perangkat daerah. Karena itu, sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, tokoh masyarakat, organisasi pemuda dan komunitas harus diperkuat dalam menyusun program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Apalagi, kebijakan tersebut juga dapat menjadi langkah preventif untuk menekan potensi gangguan keamanan dan berbagai persoalan sosial yang melibatkan anak muda semakin banyak pilihan kegiatan positif yang tersedia, semakin besar pula peluang generasi muda menyalurkan energi dan kreativitasnya ke arah yang konstruktif.
“Kita tidak ingin pendekatannya hanya keamanan ketika ada masalah, aparat turun melakukan penindakan, itu penting, tetapi jauh lebih penting bagaimana mencegah persoalan tersebut sejak awal, perlu banyak orang baik di Kota Makassar ini, dan pemerintah harus menciptakan ekosistem agar anak-anak muda kita tumbuh bersama lingkungan yang baik,” tegasnya.
Ia berharap pembahasan APBD 2027 nantinya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan porsi yang memadai untuk pembangunan sumber daya manusia, khususnya generasi muda sebab, kualitas pembangunan Kota Makassar ke depan sangat ditentukan oleh bagaimana pemerintah hari ini menyiapkan generasi yang produktif, kreatif dan memiliki kepedulian terhadap lingkungannya.
“Ini yang harus kita pikirkan bersama dalam pembahasan APBD 2027 anggaran bukan hanya soal membangun jalan atau gedung, tetapi juga bagaimana kita membangun manusianya, kalau generasi mudanya kuat, punya keterampilan dan memiliki ruang untuk berkembang, maka itu menjadi modal besar bagi masa depan Kota Makassar,” pungkasnya. (*)

















