- Berbekal pengalaman delapan tahun sebagai Wakil Dekan dan hampir delapan tahun sebagai Dekan, Prof Suwardi Annas mengaku memahami secara mendalam persoalan, potensi, serta arah pengembangan UNM ke depan.
- Prof Suwardi Annas membawa visi menjadikan UNM semakin maju, berkarakter dan bereputasi internasional, namun tetap mempertahankan akar kearifan lokal sebagai identitas perguruan tinggi.
- Memasuki usia ke-65 tahun, UNM dinilai memiliki fondasi kuat berupa sumber daya manusia, aset, program studi, mahasiswa, serta produktivitas riset yang harus terus disinergikan untuk meningkatkan daya saing universitas.
- Pengalaman menempuh pendidikan di UNM, IPB University, dan Osaka Prefecture University menjadi modal akademik Prof Suwardi Annas untuk membawa pengalaman dan perspektif baru dalam memimpin UNM.
RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Prof. Suwardi Annas, M.Si., Ph.D. semakin mantap mengikuti kontestasi pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027-2031. Dalam pencalonannya, Suwardi mengaku telah mendapat dukungan lebih dari 30% anggota Senat UNM.
Suwardi menyebut, terdapat 64 anggota Senat UNM yang memiliki hak suara dalam proses pemilihan rektor. Dari jumlah tersebut, ia mengklaim telah memperoleh dukungan lebih dari 30 persen.
“Ada 64 anggota Senat dan kami sudah menerima dukungan dari lebih 30% anggota Senat. Dan itu adalah jaminan tiket masuk tiga besar,” kata Prof Suwardi.
Namun, bagi Suwardi, dukungan tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai hitungan suara. Ia mengaku lebih mengedepankan komunikasi dan pertukaran gagasan dengan para anggota Senat terkait masa depan UNM.
“Kami tidak hanya bicara dukung-mendukung, tapi setiap kali kami ketemu dengan anggota Senat, kami berdiskusi seperti apa UNM saat ini, apa yang bisa dikembangkan dan akan dimenangkan UNM, bukan hanya sebatas dukung-mendukung,” ujarnya.
Dalam proses pencalonannya, Suwardi juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh dan akademisi. Ia mengaku didampingi Prof. Dr. KH. Hamzah Harun Al-Rasyid, Ketua Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, yang disebutnya sebagai sosok keluarga sekaligus orang yang telah membimbingnya sejak kecil.
“Secara pribadi Prof Harun adalah keluarga. Dari kecil saya dididik oleh beliau,” ungkapnya.
Selain itu, Suwardi didampingi Ketua Tim Prof. Dr. Abdul Samad bersama lima dekan lainnya. Ia juga menyebut mendapat dukungan dari unsur pimpinan fakultas dan hampir 50 guru besar yang merepresentasikan 10 fakultas di UNM.
“Dan saya didampingi oleh hampir 50 guru besar dan perwakilan dari 10 fakultas yang ada di UNM,” katanya.
Ingin Lanjutkan Legacy UNM
Suwardi mengatakan, keputusannya maju sebagai calon Rektor UNM bukan sekadar ambisi pribadi. Menurutnya, UNM memiliki sejarah panjang yang harus terus dijaga sekaligus dikembangkan.
UNM yang tahun ini memasuki usia 65 tahun dinilai telah memiliki fondasi kuat dari para pemimpin terdahulu. Karena itu, ia merasa terpanggil untuk melanjutkan estafet kepemimpinan tersebut.
“UNM ini punya sejarah panjang. Tahun ini UNM berumur 65 tahun. Tentu kami merasa terpanggil untuk melanjutkan estafet kepemimpinan, untuk menjaga, menguatkan, dan mengembangkan legacy dan karya-karya yang telah dihadirkan oleh pendahulu kita,” tuturnya.
Ia menilai UNM saat ini memiliki modal besar untuk melangkah lebih jauh. Mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, jumlah dosen, aset, program studi, mahasiswa, hingga produktivitas riset dan inovasi.
“Kalau saya diberi amanah untuk menjadi Rektor UNM, maka saya akan berusaha semaksimal mungkin mensinergikan semua potensi yang ada untuk mewujudkan UNM yang semakin maju, berkarakter, bereputasi internasional, dan juga tetap berakar pada kearifan lokal,” tegasnya.
Delapan Tahun Jadi Wakil Dekan dan Dekan
Suwardi juga mengandalkan pengalaman panjangnya dalam mengelola institusi pendidikan tinggi. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Wakil Dekan selama delapan tahun dan kini telah memasuki tahun kedelapan sebagai Dekan.
Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi modal penting untuk memahami persoalan, karakteristik, sekaligus potensi yang dimiliki UNM.
“Saya Wakil Dekan delapan tahun, saya Dekan sudah memasuki tahun ke-8, dan hampir semua kebijakan universitas sebagai Dekan saya terlibat. Oleh karena itu, saya sangat memahami karakteristik dan apa-apa yang menjadi masalah dan kelebihan-kelebihan yang bisa dikembangkan di UNM,” jelasnya.
Selain pengalaman kepemimpinan di UNM, Suwardi juga memiliki pengalaman akademik yang diperoleh dari sejumlah perguruan tinggi, yakni UNM, IPB University, dan Osaka Prefecture University.
Menurutnya, pengalaman pendidikan tersebut menjadi bekal untuk membawa perspektif baru dalam pengembangan UNM.
“Saya kira itu adalah modal untuk saya bagaimana menerapkan pengalaman-pengalaman, pengetahuan dan pengalaman yang pernah saya raih baik di jenjang S1, S2, dan S3,” katanya.
Prof Hamzah: Suwardi Saya Anggap Anak Sendiri
Dukungan terhadap pencalonan Suwardi juga disampaikan Prof. Dr. KH. Hamzah Harun Al-Rasyid. Ketua Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan itu bahkan menyebut Suwardi sebagai anak sendiri.
“Oleh karena itu, wajar sebagai orang tua mendukung anaknya ketika ia ingin maju sebagai calon Rektor,” ujar Prof Hamzah.
Ia berharap apabila Suwardi mendapat amanah memimpin UNM, berbagai gagasan dan visi yang ditawarkan selama proses pencalonan dapat diwujudkan dalam program kerja nyata.
“Harapan saya, ketika beliau diterima dan dikabulkan niatnya untuk menjadi Rektor, ia bisa membawa UNM sebagaimana yang dicita-citakan dalam program kerja dan visinya,” katanya.
Prof Hamzah juga mengungkapkan bahwa dirinya telah mengenal dan membimbing Suwardi sejak masih duduk di bangku sekolah.
“Sejak kecil, sejak SD, SMP, SMA, sampai masuk di UNM itu selalu saya berikan arahan-arahan sebagai seorang anak. Dan dia memang dari dulu sampai sekarang selalu patuh dan betul-betul menggambarkan dia sebagai seorang generasi yang perlu diandalkan,” ungkapnya.
Dengan dukungan dari kalangan guru besar, representasi fakultas, serta klaim dukungan lebih dari 30 persen anggota Senat, Suwardi kini bersiap menghadapi tahapan berikutnya dalam kontestasi Rektor UNM periode 2027-2031.(*)

















