Bupati Andi Ina: Barru Harus Maju Berkeadilan dan Sejahtera Lebih Cepat

Bupati Andi Ina Barru Harus Maju Berkeadilan dan Sejahtera Lebih Cepat
Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari menyampaikan visi dan misinya bersama Wakil Bupati Barru, Abustam, yakni mewujudkan masyarakat Barru yang berkeadilan, maju berkelanjutan, dan sejahtera lebih cepat, kini telah menjadi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Barru untuk lima tahun ke depan.

RUANGAKSELERASI.ID, BARRU — Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menegaskan komitmennya membawa Kabupaten Barru menjadi daerah yang maju berkelanjutan, berkeadilan, dan sejahtera lebih cepat, meski di tengah tantangan fiskal dan keterbatasan anggaran.

“Bicara Kabupaten Barru adalah daerah yang tak lepas dari kehidupan sehari-hari saya,” ujar Andi Ina.

Ia mengungkapkan, sebelum menjabat sebagai bupati, dirinya telah mengabdi selama tiga periode sebagai anggota DPRD Sulawesi Selatan dan terakhir dipercaya menjadi Ketua DPRD Sulsel. Menurutnya, perjalanan politik tersebut tidak lepas dari basis politik yang telah terbangun kuat, termasuk warisan perjuangan almarhumah ibundanya, Andi Tja Tjambolang, yang juga pernah menjabat anggota DPRD Sulsel selama tiga periode.

Bacaan Lainnya

“Dengan jabatan Ketua DPRD Sulsel itu, saya merasa itulah jabatan tertinggi saya. Namun kemudian saya diberikan amanah untuk memimpin Barru,” katanya.

Andi Ina menyampaikan, visi dan misinya bersama Wakil Bupati Barru, Abustam, yakni mewujudkan masyarakat Barru yang berkeadilan, maju berkelanjutan, dan sejahtera lebih cepat, kini telah menjadi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Barru untuk lima tahun ke depan.

Namun, pada awal masa pemerintahan, pihaknya harus menghadapi berbagai tantangan berat. Pada 2025, pemerintah daerah menjalankan roda pemerintahan dengan defisit anggaran sekitar Rp40 miliar. Sementara pada 2026, dana transfer pusat yang dialokasikan untuk Barru tercatat sebesar Rp133 miliar.

“Kami harus menerima kondisi itu dan tetap ditantang untuk merealisasikan janji-janji politik kami,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, Andi Ina menyebut capaian positif berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Angka kemiskinan di Kabupaten Barru pada Maret 2025 tercatat sebesar 8,00 persen, turun 0,31 persen poin dibandingkan Maret 2024.

“Alhamdulillah ini menjadi salah satu indikator bahwa program-program yang kami jalankan mulai menunjukkan hasil,” katanya.

Pada 2025, Pemerintah Kabupaten Barru juga berhasil mendapatkan program prioritas pemerintah pusat, yakni Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera.

Andi Ina menyebut, saat itu hanya tersedia 100 kuota nasional untuk peresmian pada 2025. Ia bersama wakil bupati aktif melakukan koordinasi guna memastikan Barru mendapatkan satu kuota tersebut.

“Alhamdulillah kami berhasil mendapatkan anggaran sebesar Rp270 miliar untuk pembangunan Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Pembangunan Sekolah Rakyat telah dimulai sejak November tahun lalu dan kini menunjukkan progres. Lokasinya berada di rest area Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru.

Ia berharap, melalui program tersebut, tidak ada lagi anak-anak pra-sejahtera di Barru yang putus sekolah. Selain Sekolah Rakyat, Barru juga menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga kini, sebanyak 14 dapur MBG telah beroperasi. Peresmian terakhir dilakukan bersama Kapolres Barru, termasuk dapur MBG yang berada di bawah tanggung jawab Kapolri.

Di sektor kelautan dan perikanan, Barru memperoleh program Kampung Nelayan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan anggaran Rp9 miliar. Saat ini, pembangunan program tersebut tengah berproses.

Dari sektor pertanian, Andi Ina menyebut mayoritas masyarakat Barru menggantungkan hidup pada sektor tersebut. Pada 2025, produksi padi Barru mencapai 139.484 ton gabah kering giling (GKG), meningkat 21,81 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 114.510 ton GKG.

Capaian itu melampaui target peningkatan nasional sebesar 13,7 persen, dengan total luas lahan sawah 15.703 hektare.

Ia menambahkan, peningkatan produksi juga didorong program tiga kali tanam yang digagas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Melalui program tersebut, luas tanam efektif meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding sebelumnya.

Dari sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran di Kabupaten Barru juga mengalami penurunan. Pemerintah daerah telah menyerahkan Surat Keputusan (SK) bagi 2.000 PPPK paruh waktu kepada masyarakat yang memenuhi syarat.

Selain itu, program MBG turut berkontribusi menekan angka pengangguran melalui rekrutmen tenaga kerja untuk operasional dapur-dapur MBG. “Kami menyadari tantangan masih banyak, tetapi dengan kerja sama dan dukungan masyarakat, Insyaallah Barru bisa terus bergerak maju,” tutup Andi Ina. (*)

Pos terkait