RUANGAKSELERASI.ID, BULUKUMBA — PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperkuat akses pembiayaan bagi masyarakat pesisir dan pelaku UMKM di Kabupaten Bulukumba melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang terintegrasi dalam program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Komitmen tersebut disampaikan Area Head BRI, Iman Indrawan, saat peluncuran program kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan BRI di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, belum lama ini.
Iman menegaskan, BRI hadir mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui layanan pembiayaan dan transaksi keuangan yang menjangkau hingga kawasan pesisir.“Kami hadir untuk masyarakat Bulukumba. Selain produk simpanan dan tabungan, kami juga memiliki layanan pinjaman mulai dari kredit komersial, retail, mikro, hingga kredit usaha untuk membantu UMKM,” kata Iman, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, akses pembiayaan menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat pesisir, terutama bagi nelayan dan pelaku usaha kecil yang ingin mengembangkan usahanya. Saat ini, jaringan layanan BRI di Bulukumba didukung lebih dari 2.400 agen BRILink, sekitar 71 mesin EDC, serta lebih dari 6.400 merchant QRIS yang tersebar di berbagai wilayah.
Keberadaan jaringan tersebut dinilai memudahkan masyarakat melakukan transaksi keuangan maupun mengakses layanan perbankan tanpa harus datang ke kantor cabang. Dalam kegiatan tersebut, BRI juga menyerahkan mockup inklusi keuangan kepada nasabah KUR bersama Pemerintah Kabupaten Bulukumba dan OJK, sebagai simbol dukungan terhadap pengembangan usaha masyarakat pesisir.
Sementara Bupati Kabupaten Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, mengapresiasi dukungan OJK dan BRI, dalam memperkuat akses keuangan masyarakat nelayan dan UMKM pesisir.
Menurutnya, sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu penopang utama ekonomi masyarakat Bulukumba mengingat daerah tersebut memiliki garis pantai sekitar 128 kilometer. “Laut bagi masyarakat Bulukumba merupakan sumber kehidupan, sumber ekonomi, dan identitas budaya masyarakat pesisir kita,” kata Andi Utta, sapaan akrab Bupati Bulukumba.
Ia menegaskan pemerintah daerah terus mendorong berbagai program yang berpihak kepada nelayan, termasuk Program 1000 Rumpon dan Kolam Labuh yang terintegrasi dengan KNMP. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil tangkapan nelayan, menekan biaya operasional, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir.
Sementara Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi Keuangan, Perlindungan Konsumen, dan Perizinan Industri Jasa Keuangan OJK, Arif Machfoed, mengingatkan masyarakat untuk menggunakan layanan jasa keuangan yang legal dan diawasi OJK. “Pastikan penawaran jasa keuangan memiliki izin dari OJK agar masyarakat terhindar dari risiko dan praktik keuangan ilegal,” pungkasnya.(*)











