- Ilham Ari Fauzi menilai restrukturisasi DPP PPP bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi, mengefektifkan kerja organisasi, dan memastikan kader yang memiliki kapasitas serta komitmen berada di posisi penting dalam menghadapi kontestasi politik.

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan, Ilham Ari Fauzi Amir Uskara, mendukung langkah restrukturisasi kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP sebagai bagian dari upaya memperkuat mesin partai menjelang tahapan kepesertaan Pemilu.
Ilham menegaskan, pembenahan struktur kepengurusan di tingkat pusat menjadi kebutuhan penting agar PPP dapat bergerak lebih efektif, solid, dan siap menghadapi tantangan politik ke depan.
Menurutnya, DPW PPP di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Selatan, menginginkan adanya evaluasi terhadap susunan kepengurusan DPP yang saat ini berjalan.
“Saya kira langkah tersebut penting untuk memastikan mesin partai digerakkan oleh kader-kader yang memiliki komitmen, keaktifan, dan kesiapan menghadapi tantangan politik ke depan,” tegas Ilham.
Ia menilai, momentum menjelang 2027 harus dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memastikan seluruh struktur partai berada dalam satu garis perjuangan.
Bagi Ilham, pembenahan kepengurusan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan bagian dari upaya memastikan roda organisasi dijalankan oleh orang-orang yang mampu bekerja dan memiliki tanggung jawab terhadap masa depan partai.
Rakornas III Jadi Momentum Evaluasi Pengurus
Dukungan Ilham terhadap restrukturisasi DPP PPP sejalan dengan keputusan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III PPP yang memberhentikan Wakil Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP PPP.
Keputusan tersebut disebut sebagai langkah konkret untuk mengevaluasi kinerja, komitmen, serta keaktifan jajaran pengurus dalam menjalankan tugas organisasi.
Berdasarkan keterangan Ilham, keputusan itu mendapat persetujuan peserta Rakornas yang diikuti 38 ketua dan sekretaris DPW PPP se-Indonesia melalui pertemuan virtual.
Dalam keputusan tersebut, Agus Suparmanto diberhentikan dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Umum DPP PPP periode 2025–2030. Sementara itu, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin diberhentikan dari posisi Sekretaris Jenderal DPP PPP untuk periode yang sama.
“Bagi PPP, evaluasi tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi dalam mempersiapkan diri menghadapi agenda politik mendatang,” ujar Ilham.
Ilham menyadari, perubahan struktur kepengurusan berpotensi memunculkan dinamika internal, mulai dari tingkat pusat hingga ke struktur partai paling bawah.
Namun, ia menegaskan bahwa dinamika tersebut semestinya menjadi energi untuk memperkuat organisasi, bukan justru memicu perpecahan di antara kader.
Mesin Partai Harus Dipegang Kader Terbaik
Ilham menekankan, tantangan politik ke depan membutuhkan kepengurusan yang tidak hanya lengkap secara struktural, tetapi juga aktif dan mampu menerjemahkan keputusan organisasi menjadi kerja nyata.
Menurutnya, seluruh elemen partai harus memahami tanggung jawab masing-masing dan bekerja secara maksimal untuk memperkuat posisi PPP dalam menghadapi kontestasi politik.
“Momentum menjelang Pemilu harus dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi sekaligus memastikan seluruh perangkat organisasi bekerja secara optimal,” terang Ilham.
Ia menilai, kesiapan menghadapi Pemilu tidak cukup hanya dengan mengandalkan nama besar partai atau keberadaan struktur kepengurusan di atas kertas.
Lebih dari itu, dibutuhkan kader yang memiliki kapasitas, komitmen, dan keberanian untuk bekerja membangun kekuatan partai hingga ke tingkat akar rumput.
Karena itu, Ilham berharap restrukturisasi DPP PPP dapat menghasilkan kepemimpinan yang efektif, mampu menggerakkan seluruh jajaran, serta menjaga kesinambungan perjuangan partai.
Ibarat Pesawat, Kokpit Harus Patuh pada Komando Pilot
Untuk menggambarkan pentingnya kepemimpinan dan soliditas organisasi, Ilham mengibaratkan perjalanan partai politik seperti sebuah pesawat yang sedang menempuh perjalanan panjang.
Dalam perjalanan tersebut, setiap orang yang berada di dalam kokpit harus memahami peran dan tanggung jawabnya. Seluruh elemen juga harus mengikuti arah kepemimpinan agar pesawat dapat mencapai tujuan dengan selamat.
Analogi itu menggambarkan bahwa organisasi membutuhkan kesatuan arah, koordinasi, dan kepatuhan terhadap keputusan kepemimpinan yang sah.
Badai, angin, serta guncangan dalam perjalanan merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama, bukan alasan untuk kehilangan arah atau meninggalkan tujuan.
Begitu pula dengan PPP. Perbedaan pandangan dan dinamika internal harus dikelola melalui mekanisme organisasi agar tidak menghambat kerja partai.
Bagi Ilham, soliditas bukan berarti meniadakan evaluasi. Sebaliknya, evaluasi diperlukan untuk memastikan setiap kader menjalankan peran sesuai tanggung jawabnya dan seluruh organisasi bergerak menuju sasaran yang sama.
Konsolidasi Menuju 2027
Menjelang tahapan kepesertaan Pemilu, PPP dihadapkan pada kebutuhan untuk memperkuat konsolidasi, mengefektifkan kepengurusan, serta memastikan seluruh perangkat organisasi siap bekerja.
Restrukturisasi DPP diharapkan menjadi momentum untuk membangun kembali kekuatan organisasi, memperjelas arah komando, dan meningkatkan kesiapan kader menghadapi persaingan politik.
Ilham menegaskan pentingnya menempatkan kader-kader terbaik pada posisi strategis, terutama mereka yang memiliki komitmen dan kesiapan untuk menjalankan tugas organisasi.
Dengan kepemimpinan yang solid serta struktur yang bekerja secara optimal, PPP diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan politik dan mempersiapkan langkah lebih matang menuju Pemilu mendatang.
Bagi PPP, pembenahan hari ini menjadi salah satu modal penting untuk memastikan mesin partai tidak hanya bergerak, tetapi juga bergerak dalam satu arah dan mencapai tujuan bersama. (*)

















